Tarian Daerah Bali

Tarian daerah Bali adalah budaya warisan leluhur yang mempunyai keuikan dan keindahan yang menawan. Selain memiliki berbagai panorama alam dengan segala keindahannya, Bali juga memiliki berbagai macam tarian khas. Bermacam tarian khas Bali mampu membuat siapapun yang menyaksikan terhipnotis dengan keindahan gerakannya. Supaya tidak penasaran, berikut adalah daftar tari yang berasal dari bali dan ap.

Tari Kecak

Tari Kecak pertama kali diciptakan oleh seniman dari Jerman yang bernama Walter Spies dan Wayan Limbak tahun 1930. Para penari tarian tersebut biasanya akan duduk secara melingkar serta menyerukan suara “cak” dan mengangkat kedua tangan. Tari Kecak menggambarkan tentara kera yang menopang Rama yang bertarung dengan Rahwana.

Terdapat juga penari yang memainkan para tokoh Ramayana. Meskipun hanya menyerukan suara “cak-cak” , namun dibunyikan dengan ketukan berbeda-beda. Hanya ada beberapa penari yang bersuara “cak-cak”, tetapi seolah-olah terdengar ada ribuan orang bersuara. Tarian daerah Bali tersebut sederhana dengan suasana mistis.

Tari Margapati

Nama tarian ini berasal dari kosa kata Marga dengan arti jalan, dan kosa kata pati dengan arti kematian. Sehingga, jika disatukan memiliki makna sebagai jalan menuju kematian. Tarian daerah Bali tersebut pertama kali muncul pada tahun 1942.

Pencipta Tari Margapati adalah seorang laki-laki bernama Nyoman Kaler. Kisah yang digambarkan dari tarian tersebut yakni seorang wanita dengan kekeliruan dalam perjalanan hidupnya. Meskipun penarinya rata-rata seorang perempuan, namun gerakan laki-laki banyak dihadirkan pula. Gerakan tarinya seolah-olah sedang mengintai dan akan menerkam mangsa.

Tari Panji Semirang

Tari Panji Semirang disebut-sebut sebagai tarian pertunjukan yang indah dan pendemonstrasiannya diluar pura. Sama dengan Margapati, Tarian daerah Bali ini diciptakan oleh seorang seniman dengan nama Nyoman Kaler. Penari umumnya adalah perempuan yang berperan menjadi pria.

Cerita yang dibawakan oleh para penari yakni seorang putri Galuh Candrakirana yang menyamar menjadi pria dengan panggilan Panji Semirang yang sedang mengembara. Pengembaraan yang selanjutnya dilakukan oleh putri setelah kehilangan suaminya. Para penari dengan mata yang terbuka lebar seperti sedang marah dan galak, namun tetap dibumbui dengan senyuman. Pada beberapa gerakan juga terjadi pergantian mimik.

Tari Pendet

Awalnya, tarian daerah Bali yang satu ini menjadi tari pemujaan yang dipertunjukkan di pura-pura. Tari Pendet merupakan wujud dari penyambutan dari turunnya dewa yang menuju ke dunia. Seiring perkembangan zaman, pertunjukan tersebut diubah sebagai tarian untuk selamat datang. Tahun 1950-an, seniman bernama I Wayan Rindi membuat versi moder dari tarian tersebut.

Supaya Tari Pendet tetap lestari dari generasi kini ke generasi seterusnya, I Wayan Rindi membuat koreografi Tari Pendet tersebut secara spesifikasi pembukaan acara Asean Games di Kota Jakarta. I Wayan Rindi memang dikenal sebagai pecinta budaya Bali dan mengabdikan hidupnya untuk mengamati berbagai tarian khas Bali.

Tari Barong

Indonesia telah memiliki Tari Barong yang sudah diwariskan sebelum adanya agama Hindu. Cerita yang terkandung dalam tarian tersebut adalah perseteruan kebajikan dengan disimbolkan sebagai barong. Sedangkan, ada juga sosok rangda yang menggambarkan sebuah kejahatan. Tari Barong umumnya dimainkan oleh dua orang pria, yang satu bermain sebagai kepala dan satunya lagi ekor.

Badan barong dihiasi oleh ukiran dan potongan kaca khas Bali. Bahan pembuatan yang digunakan adalah kulit. Bulu barong yang digunakan pada tarian daerah Bali menggunakan serat ijuk, namun ada juga yang menggunakan bulu dari burung gagak. Musik pengiring tarian tersebut berasal dari Gamelan Babarongan, Gamelan Batel, dan Gamelan Gong Kebyar.

Tari Baris

Para penari Tari Baris melakukan gerakan dengan posisi secara baris-berbaris. Tarian tersebut diciptakan pada saat pertengahan abad 16. Dulunya tarian tersebut dijadikan sebagai wujud ritual, namun sekarang ini hanya digunakan untuk sarana hiburan. Gerakan yang dimainkan oleh para penari seolah-olah pahlawan yang sedang berperang.

Tarian daerah Bali ini mengisahkan keberanian yang dimiliki oleh ksatria Bali yang rela bertarung untuk membela Raja. Para penari adalah laki-laki paling sedikit berjumlah 8 orang dan paling banyak berjumlah 40 orang. Kostum perlengkapan yang digunakan oleh para penari seperti celana panjang, pakian beludru, awir, lamak, badog, dan lain-lain. Namun, kostum yang digunakan juga bisa berbeda-beda tergantung dengan tiap daerah di Bali.

Tari Puspanjali

Puspanjali merupakan sebuah tarian yang berasal dari Bali yang dijadikan sebagai wujud dari penyambutan. Kata “Puspanjali” memiliki arti menghormati bagaikan bunga, yang bermakna menghormati tamu bagaikan sekuntum bunga. Tari Puspanjali diperankan oleh 5 hingga 7 orang sekelompok wanita.

Seorang penata tabuh pengiring tari khas Bali dengan nama I Nyoman Windha dan seorang penata dengan nama N.L.N. Swasthi Wijaya menciptakan tarian tersebut tahun 1989. Tari Puspanjali terinspirasi oleh berbagai tarian yang dipertunjukkan di upacara Rejang.

Tari Legong

Ketika zaman kerajaan, tarian daerah Bali ini hanya dipertunjukkan di area keraton. Nama tarian tersebut berasal dari kosa kata “leg” yang artinya luwes, dan kosa kata “gong” yang kesimpulannya sebagai alat musik gamelan. Dengan demikian, Tari Legong memiliki gerakan yang tergolong lemah gemulai dan diiringi gamelan Semar Pegulingan. Para penari juga menggunakan kipas saat memainkannya.

Terdapat beberapa jenis Tarian Legong di Bali yang berkembang mengikuti kemajuan zaman. Misalnya saja seperti Legong Kuntul, Legong Sudarsana, Legong Smaradahana, Legong Jobog, Legong Legod Bawa, Legong Lasem atau Legong Keraton.

Editor terkait:

Tari Trunajaya

Nama Tari Trunajaya bermula dari kosa kata Teruna. Tarian daerah Bali tersebut mengisahkan seorang pria idaman yang mampu mengikat para kaum wanita. Gerakan tarian Nampak seperti kuda-kuda karena tegas dan ada jarak antar kaki. Dulunya tarian ini hanya dimainkan oleh pria, namun sekarang ini juga dibawakan oleh perempuan.

Pada saat memainkan Tari Trunajaya, mata para penari selalu membelalak dengan gerakan yang tegas. Hal tersebut memang memiliki kesan yang menyeramkan, tapi bermaksud untuk mempelihatkan kejantanan seorang pria. Musik yang mengiringi tarian ini berasal dari alat musik yang bernama gamelan Gong Kebyar.

Tari Cendrawasih

Pencipta Tari Cendrawasih khas Bali adalah seseorang dengan nama I Gde Manik sekitar tahun 1920. Tarian tersebut pertama kali dipertunjukkan di Kecamatan Sawah, Kabupaten Buleleng. Meskipun gerakan tarian sudah banyak diaransemen, namun tetap populer hingga saat ini. Aransemen gerakan dilakukan oleh seorang koreografi yang bernama N.L.B. Swasthi Wijaya Bandem.

Tari Topeng

Tarian daerah Bali yang satu ini populer dengan sendratari yang bermuatan tentang pengetahuan lokal. Tari Topeng menggambarkan garis keturunan dan sejarah kerajaan yang dimainkan dengan adegan seperti kehidupan sehari-hari. Kostum yang digunakan para penari dilengkapi dengan topeng yang disesuaikan berdasarkan tokoh tertentu. Alat musik yang digunakan yakni gamelan Bali yang merupakan gabungan dari berbagai alat musik tradisional.

Baca juga kumpulan materi tentang Tari Adat di indonesia atau materi menarik lainnya di Jurnal Indonesia