Nasional

Wawancara dengan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Pasca-penolakan Warga Dayak di Kalbar

Tengku Zulkarnain
Suasana ketika Tengku Zulkarnain dihadang sekelompok masyarakat saat hendak turun dari pesawat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat (12/1/2017)

Jurnalindonesia.id – Massa Dewan Adat Dayak (DAD) berunjuk rasa menolak kedatangan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia ustaz Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1/2017) pagi.

Atas perisitwa tersebut, Tengku memberikan penjelasan panjang lebar kepada detikcom lewat telepon, Kamis (12/1/2017) pukul 18.51 WIB malam. Dalam wawancara via telepon tersebut, dirinya tengah berada di Pontianak dan dalam keadaan baik-baik saja.

Ustaz Tengku menuturkan bahwa ia tidak mau mempersoalkan kasus ini ke polisi. Dia juga membantah pernah menghina suku Dayak yang menjadi salah satu alasan massa menolak kedatangannya.

Berikut tanya jawab detikcom dengan ustaz Tengku:

Bagaimana cerita soal penolakan Anda saat pesawat mendarat di Bandara Susilo pagi tadi?

Saya enggak sempat turun kok. Saya sampai depan pintu pesawat saja, cuma berdiri di depan pintu pesawat. Ada spanduk, ada 20-30-an orang tokoh-tokoh Dayak, ya sudah saya masuk lagi, terus pesawat berangkat. Jadi yang paling ngerti Kapolres Sintang lah yang tahu soal ini.

Baca: Ditolak Warga Dayak di Bandara, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Lanjut Terbang ke Pontianak

Sekarang Anda di mana dan apakah dalam keadaan baik-baik saja?

Saya masih di Kalimantan, di Pontianak. Saya sehat, alhamdulillah enggak ada masalah. Polisi bergerak cepat mengamankan. Saya nyaman-nyaman saja kok. Enggak lecet. Satu lecet pun tidak.

Polisi menyebut insiden itu kesalahpahaman. Massa ada di lokasi awalnya tidak berniat menolak Anda datang, namun menjemput kedatangan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat yang juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Bagaimana pendapat Anda?

Ah, tapi kan spanduknya sudah dicetak. Kalau spontan kan spanduk enggak dicetak. Hahaha. Tapi ya sudah lah, yang penting kan enggak ada masalah.

dayak

Di media sosial, Anda juga disebut-sebut ditolak kedatangannya karena pernah menghina suku Dayak. Apa tanggapan Anda?

Kalau statement itu saya membantah. Di mana ada pernah saya bilang tentang orang Dayak, di mana? Coba tunjukkan lah di mana. Di Facebook, saya enggak punya Facebook. Kalau di Twitter, kan tinggal screenshoot saja. Kalau ceramah misalnya, saya bilang Dayak begini, begini, begitu, seingat saya, saya ngomong Dayak pun enggak pernah. Apa urusannya saya dengan Dayak? Wong saya orang Medan, saya tinggal di Jakarta. Memang saya baca itu di media sosial mengatakan, saya pernah mengatakan orang Dayak itu kafir, terus orang Dayak itu lebih jelek dari binatang, di mana saya ngomong gitu? kan harus dibuktikan dulu di mana. Kalau memang saya ngomong begitu, ada buktinya, laporkan polisi aja. Ini kan negara hukum. Buktikan saja.

Tujuan kedatangan Anda ke Kabupaten Sintang sebenarnya untuk apa?

Saya diundang Bupati untuk tabligh akbar Maulid Nabi di Masjid Agung, yang mengundang Bupati dan MUI-nya, resmi dan di spanduknya ditulis juga Wakil Sekjen MUI Pusat. Acaranya nanti malam ini di Masjid Agung.

Anda jadi batal menghadiri acara itu dong?

Iya, malam ini enggak mungkin dong. Saya sudah enggak ada pesawat ke sana. Malam ini batal.

Apa pesan atau imbauan Anda bagi masyarakat Islam di Kabupaten Sintang dan para peserta tabligh akbar?

Saya mengharapkan umat Islam di mana pun jangan terpancing apa-apa. Biasa saja. Dalam rangka pendewasaan rakyat Indonesia menuju NKRI yang maju, biasalah ada riak-riak kecil. Di mana-mana begitu, seluruh negara juga begitu. Amerika juga mau maju dulu begitu. Malah pernah perang selatan sama utara. Biasa sajalah kalau saya pikir. Kaum muslimin biasa saja.

tengku

Foto penolakan Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat yang beredar di media sosial.

Pernah mengalami penolakan sebelumnya seperti kasus ini?

Saya itu kan pendakwah, sudah 35 negara di dunia saya jalan. Dari Australia sampai ke Kanada. Dari Eropa sampai ke Kamboja, dari Jepang sampai ke Maroko, enggak ada masalah. Hahaha. Kan bukan ini saja saya dakwah, sejak SMA kelas 1 saya sudah dakwah, belum pernah ada masalah sekali pun baik di negara sendiri maupun negara orang. Jadi saya minta umat Islam jangan terpancing, biasa saja.

Anda mau melaporkan kasus ini ke Polisi?

Serahkan persoalan ini kepada penegak hukum saja. Kalau saya sih adem-adem saya enggak usah diperpanjang. Gus Dur juga pernah mengalami hal seperti saya juga. Saya tidak akan mengadukan hal ini ke polisi. Ah, tidak mau saya, untuk apa. Wong saya dakwah karena Allah kok.

Ada pesan untuk orang yang menghalangi Anda datang ke Kabupaten Sintang?

Tadi saya doa khusus waktu pesawat mau berangkat, Ya Allah berikanlah hidayah pada semua penduduk negeri ini, sebagaimana dulu doa nabi. Saya doa dan memang harus doa yang baik kan.

Berikut video penolakan Massa Dewan Adat Dayak (DAD) atas kedatangan Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1/2017) pagi.

 

Loading...