DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Warga Miskin Jakarta Bertambah 3.440 Orang, Ini Kata Anies Baswedan

Anies Baswedan Gendong Bocah.
Anies Baswedan Gendong Bocah. (Foto: Facebook/Anies Baswedan)

Jurnalindonesia.co.id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan kemiskinan masih menjadi salah satu masalah serius yang ada di ibu kota. Tercatat saat ini ada sekitar 393 ribu warga miskin di wilayah Jakarta.

Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi menyebutkan, data September 2017 memperlihatkan jumlah warga miskin meningkat 0,01 persen. Sebelumnya, pada Maret 2017 kemiskinan tercatat sebesar 3,77 persen.

“Persentase orang miskin (bulan September) 3,78 persen atau sekitar 393 ribu orang,” kata Thoman, Kamis (15/3).

Dari data itu dapat disimpulkan bahwa warga miskin bertambah 3.440 orang dalam enam bulan. Sebab pada bulan Maret 2017 angka kemiskinan adalah 389.690 orang.

Selain itu, Thoman memprediksi angka tersebut masih bisa berubah, bahkan mungkin bisa bertambah di tahun 2018 ini.

“Belum selesai pencacahan di lapangan. Nanti bulan Juni diumumkan hasilnya,” kata dia.

Baca juga: Rumah DP Rp 0, Pemprov DKI Hanya Talangi Uang Muka, Bukan Beri Subsidi ataupun Hibah

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, ketimpangan sosial di ibu kota semakin terasa sejak maraknya pembangunan baik gedung, mal, hotel, maupun apartemen di Jakarta. Pembangunan tersebut semakin menunjukkan jurang antara si kaya dan si miskin.

“Di Jakarta kalau kita lihat indikator-indikator ketimpangannya luar biasa. Jadi kita ingin benar-benar serius soal itu,” kata Anies di acara Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (15/3).

Anies bercita-cita ingin pembangunan yang ada di Jakarta dapat dirasakan dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi hard infrastruktur itu bukan project besar-besar yang terlihat mata, tapi juga yang menyangkut langsung kepada warga,” kata Anies.

Baca juga: Dianggap Acak-acak DKI, Sandiaga Justru Klaim Jakarta Sekarang Lebih Baik