Kriminal

Ustaz Zulkifli Mengaku Ceramahnya Berdasar Hadis Nabi

Tersangka kasus ujaran kebencian Ustadz Zulkifli Muhammad memberikan keterangan kepada pers di gedung Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (18/1/2018).
Tersangka kasus ujaran kebencian Ustadz Zulkifli Muhammad memberikan keterangan kepada pers di gedung Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Kamis (18/1). Zulkilfi diperiksa sebagai tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA dalam video ceramahnya. (Baca: Dijadikan Tersangka, Berikut Pernyataan Ustaz Zulkifli Ali yang Dipersoalkan)

Zulkifli datang dengan didampingi rekannya, Novel Bamukmin dan Munarman.

Zulkifli mencoba meluruskan hal yang dituduhkan kepadanya. Dia mengatakan bahwa apa yang disampaikannya berdasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW.

“Ketika ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan tanpa pendampingan kuasa hukum saat rumah saya masih di Sumbar, saya sudah tunjukan bahwa saya berikan kitab sumber-sumber itu kepada yang mem-BAP saya,” kata Zulkifli di Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (18/1).

Ia mengatakan, ceramah yang ia bawakan juga berdasarkan ayat-ayat Alquran.

“Saya perlu meluruskan, yang telah saya sampaikan jelas seluruhnya ada hadis Nabi Muhammad yang menuntunnya,” ucap Zulkifli.

Sehingga, jika isi ceramahnya dianggap sebagai ujaran kebencian maka akan banyak ayat-ayat Alquran yang harus dihapus dan banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang harus ditiadakan.

“Kalau itu dianggap sebagai ujaran kebencian dan sebagainya, maka demi Allah sangat banyak ayat-ayat Alquran yang harus dihapus dan sangat banyak hadis nabi yang ditiadakan,” tuturnya.

Ustadz kelahiran Pariaman, Sumatera Barat 15 November 1974 itu kembali menegaskan, apa yang disampaikan dalam setiap ceramahnya tak pernah menyimpang dari ajaran Islam.

“Oleh karena itu kami berharap pada penyidik dan media, sampaikan lah bahwa semua yang kami sampaikan tidak pernah lepas dari tuntunan nabi Muhammad,” kata dia.

Diketahui, ustaz Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA berdasar laporan seseorang yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017.

Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah mengatakan bahwa penetapan tersangka itu berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh timnya berdasarkan terbitnya Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/73/1/2018/Dittipidsiber, tanggal 3 Januari 2018.

“Jadi penetapan tersangka itu berdasarkan adanya penyidikan, baru kita bisa tetapkan tersangka,” kata Irwansyah, Rabu (17/1).

Berikut video dari salah satu ceramah ustaz Zulkifli yang dipermasalahkan: