Daerah, Jawa Timur

Tol Madiun Kebanjiran, Kubu Prabowo Lontarkan Kritik: Memalukan Sekali!

banjir tol madiun
Banjir yang menggenangi lajur jalan tol ruas Caruban-Solo hingga Kamis (7/3/2019) siang. (Foto: Kompas.com/Muhlis Al Alawi)

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengkritik pemerintah terkait banjir yang merendam Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Simpang Susun Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). Peristiwa itu dianggap memalukan.

“Sangat disayangkan terjadi banjir setinggi 1 meter di ruas tol Ngawi-Kertosono Km 603-Km 604,” kata juru bicara BPN dan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara, melalui keterangan tertulis, Kamis (7/3/2019).

Diberitakan sebelumnya, banjir dengan ketinggian hampir mencapai satu meter merendam ruas Tol Madiun sepanjang 1 kilometer, tepatnya di Km 603 hingga Km 604, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo.

Suhendra mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan pemerintah untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh pada Tol Trans Jawa. Peringatan ini dilontarkan sejak talut Tol Salatiga-Kartasura ambrol di Boyolali pada Desember 2018 lalu.

“Ini penting demi keselamatan, keamanan, kenyamanan pengguna jalan tol. Karena mereka telah membayar tarif tol, tentu harus mendapatkan hak-hak di atas (keselamatan, keamanan, dan kenyamanan) sebagai konsumen jalan tol,” ujar mantan Staf Khusus Menteri PUPR ini.

Tol Madiun Kebanjiran

Tol Madiun Kebanjiran (Foto: Antara/Siswowidodo)

Menurutnya banjir tersebut terjadi akibat kesalahan teknis dan nonteknis. Jika ditilik dari sisi teknis, kata dia, karena jalan tol memiliki spesifikasi tinggi, mestinya tidak boleh terjadi genangan air, apalagi sampai banjir.

“Ini pasti ada yang keliru, juga memalukan, karena dengan kecanggihan teknologi dan informasi, negara lain dapat saksikan terjadi banjir di Jalan Tol Trans Jawa yang dibangga-banggakan pemerintah sebagai keberhasilan program politik pemerintah,” ungkap Suhendra.

Dia membandingkan kondisi jalan tol di Malaysia yang dianggap lebih maju, padahal dulu belajar dari Indonesia. “Dengan kejadian banjirnya jalan tol Madiun ini sangat memalukan sekali,” lanjut Suhendra.

Suhendra meminta pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian konstruksi demi pencitraan. Dia mengingatkan agar pembangunan mempertimbangkan aspek teknis dan nonteknis.

Ribuan Warga Mengungsi

Diberitakan, banjir bandang di Kabupaten Madiun semakin meluas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, 52 desa di 12 kecamatan telah terendam banjir pada hari Kamis (7/3/2019).

Banjir yang terjadi karena luapan Sungai Bengawan Solo dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan 5.086 rumah milik warga mengalami kerusakan.

Tim Gabungan SAR mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah akibat diterjang banjir di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (6/3/2019). (Foto: Kompas/Muhlis Al Alawi)

Akibat banjir bandang yang melanda sejak Rabu (6/3/2019) itu total keluarga yang terdampak akibat banjir bandang mencapai 5.707 kepala keluarga.

Hal itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun yang ditempel di Posko Penanganan Bencana Alam Banjir Kabupaten Madiun pada Kamis, pukul 16.18.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing mengatakan, tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi semua warga yang terdampak banjir bandang.