Kriminal

Tingkahnya Meresahkan Warga, Seorang Tokoh HTI Kediri Dibawa ke RS Jiwa

Jurnalindonesia.id – Rizal Ahmad (35), warga Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, diseret tim gabungan yang terdiri atas Polres Kediri Kota, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Satpol PP ke Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Pasalnya, selama beberapa bulan terakhir tingkah pria yang dikenal sebagai keluarga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kediri ini selalu membuat resah warga.

Saat ditanya, Rizal mengaku sangat ingin melanjutkan dakwah ke Aceh. “Saya ini tokoh HTI, saya akan tegakkan Khilafah Islamiyyah demi mewujudkan negara Islam,” ucapnya, Senin (27/2/2017), dikutip dari tribratanews.polri.go.id.

Warga desa setempat kemudian berinisiatif mengumpulkan tanda tangan untuk mendesak pemerintah kota agar mau turun tangan.

Akhirnya Rizal yang berulangkali membuat ulah di lingkungannya hingga memasuki kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, dan sejumlah kantor, terpaksa dibawa tim gabungan ke rumah sakit jiwa.

rizal

Dengan pengawalan ketat dari Satol PP, TNI dan Polri, proses evakuasi terhadap tokoh HTI ini memakan waktu sekitar satu jam lebih.

“Saya HTI, begitu juga keluarga saya. Saya ini hanya diantar untuk berobat, kemudian saya akan ke Aceh untuk syiar agama. Saya tidak kenal teroris, HTI itu  cinta damai, karena agama kami mengajarkan itu. Tidak perlu teriak–teriak atau dengan kekerasan,” kata Rizal yang sehari–hari mengaku berjualan jajanan dan telur asin.

Kabid Trantibum Satpol PP, Nur Khamid menjelaskan, bahwa pihaknya terpaksa melakukan evakuasi karena yang bersangkutan telah menggangu ketenteraman. Kejadian terakhir pada Minggu malam. “Kami sebenarnya telah melakukan kesepakatan saat di Polsek Mojoroto kemudian melakukan pertemuan berulangkali dengan pihak kelurahan. Namun karena tidak menemukan solusi, akhirnya tim gabungan dari Dinsos, Dinkes dan Satpol memutuskan dibawa ke rumah sakit jiwa,” tutur Nur Khamid.

Menurut keterangan warga, Rizal dan keluarganya memang dikenal sebagai pengikuti HTI. Bahkan kakaknya juga sebagai ketua HTI di Kediri Raya.

Sebenarnya, warga tidak masalah, namun karena kerap membuat ulah, maka warga sepakat meminta pihak berwajib turun tangan.