Kriminal

Terungkap! Ini Alasan Sopir Honda City Hindari Razia Polisi Hingga Akhirnya Diberondong Tembakan

Mobil berisi satu rombongan keluarga yang ditembak oleh polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017). (Foto: Tribun Sumsel/Eko Hepronis)

Jurnalindonesia.id – Diki (30), sopir Honda City yang diberondong tembakan oleh polisi dikabarkan menghindari razia lantaran tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan menunggak pajak kendaraan bermotor. Diki memilih menancap gas karena takut ditilang polisi.

Akibatnya, mobil sedan hitam bernomor polisi BG 1488 ON yang dikendarainya dicurigai oleh aparat hingga dikejar dan ditembak setidaknya 10 kali oleh polisi. (Baca: Sedan Diberondong 10 Tembakan oleh Polisi di Lubuklinggau, Pernyataan Saksi Mata Ini Mengejutkan)

Insiden tersebut menyebabkan satu penumpang tewas dan lima lainnya terluka oleh tembakan. Ketujuh penumpang tersebut masih keluarganya.

“Saya dengar Diki itu tidak punya SIM sama pajak mati. Makanya lari, takut kena razia, bukan karena apa-apa,” kata Wawan Triatno (35) yang merupakan suami dari salah satu korban, Novianti (30) di RS Sobirin Lubuk Linggau, Rabu (19/4).

Namun Wawan menyesalkan tindakan aparat yang secara membabi buta menembak tanpa terlebih dahulu mengetahui penyebabnya.

“Tidak begitu juga, diberondong peluru segitu, tidak tahu ada anak kecil di dalamnya, ibu-ibu juga,” kata dia.

penembakan mobil di lubuklinggau

Kondisi mobil yang diberondong polisi

Sementara itu, korban Novianti mengaku sudah berkali-kali meminta sopir Diki untuk berhenti agar tidak ditembak polisi. Namun Diki malah menjawab tidak semudah itu penembakan dilakukan.

“Kami sudah teriak biar setop, enggak tahunya kami memang ditembaki polisi,” ujar Novi.

Baca: Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Duh…Ternyata Polisi Menembak Setelah Mobil Itu Berhenti

penembakan mobil di lubuklinggau

Kondisi di dalam mobil yang diberondong polisi

Novi menjelaskan, Diki adalah saudara angkatnya dan bersedia mengantar keluarganya untuk menghadiri hajatan di Musi Rawas. Selama ini, Diki dikenal pemuda yang baik dan belum pernah terlibat aksi kejahatan.

“Sehari-hari jualan buku, kayak buku PAUD, orangnya juga baik,” tuturnya.