Daerah, DKI Jakarta, Pendidikan

Tertawa Anggota DPRD Dengar Penjelasan Kadis soal Beda RPTRA dan Taman Maju Bersama

Rapat kerja pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.
Rapat kerja pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) menyinggung soal konsep Taman Maju Bersama sebagai pengganti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Dalam rapat yang digelar di di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018) itu, Anggota Komisi D DPRD DKI, Manuara Siahaan, meminta penjelasan Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Djafar Muchlisin, terkait perbedaan konsep Taman Maju Bersama RPTRA yang sudah dibangun pemerintahan sebelumnya.

“Pak Agustino (Kepala Dinas Perumahan DKI) sudah menjelaskan bahwa (pengelolaan RPTRA) sudah diganti di Dinas Kehutanan. Coba apa bedanya, Pak?” ujar Manuara.

Djafar menjawab, RPTRA diperuntukkan untuk anak-anak, sementara Taman Maju Bersama bisa dipakai semua kalangan.

Menurut Djafar, Taman Maju Bersama tidak hanya dibatasi untuk anak-anak saja.

Mendengar jawaban Djafar tersebut, Manuara tampak bingung.

“Faktanya RPTRA bukan hanya untuk anak-anak, Pak, ibunya juga ikut,” kata Manuara.

Djafar menjawab, Taman Maju Bersama juga bisa dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar.

Mendengar penjelasan itu, Manuara kembali dibuat bingung.

“RPTRA sekarang juga ada perpustakaannya, bisa belajar juga, apa bedanya?” tanya Manuara.

“Ini hanya penyebutan saja. Ya hampir-hampir,” jawab Djafar.

“Hanya istilahnya saja, ya, ha-ha-ha,” ujar Manuara tertawa.

Anggota Dewan lain pun ikut tertawa mendengar penjelasan Djafar lantaran perbedaan RPTRA dan Taman Maju Bersama hanya dalam hal nama saja.

Dan sindiran pun dilontarkan anggota Dewan dari partai Partai Nasional Demokrat (NasDem), Bestari Barus, terkait perbedaan Taman Maju Bersama dan RPTRA.

“Itu perbedaannya seperti saya dulu sekolah SMA, zaman keponakan saya namanya SMU, di zaman anaknya kakak saya namanya jadi SLTA,” kata Bestari.

Sindiran ini pun disambut tawa para anggota Dewan.

Djafar kembali menjelaskan, fungsi RPTRA dan Taman Maju Bersama bisa saling melengkapi.

“Prinsipnya melengkapi,” ucap Djafar.

Keunggulan Taman Maju Bersama versi Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sebelumnya mengatakan, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) diganti menjadi Taman Maju Bersama.

Menurut Anies, Taman Maju Bersama berfungsi sebagai ruang publik, tempat bermain ramah anak, perpustakaan, berolahraga, dan bersosialisasi. Pembangunannya sebagai upaya pihaknya mewujudkan kebahagiaan bagi warga Ibu Kota.

Anies menjelaskan, pembangunan Taman Maju Bersama dan Taman Pintar tidak hanya ditujukan untuk peningkatan ruang terbuka hijau, tapi juga untuk memfasilitasi interaksi sosial penduduk setempat.

Komponen utama dari pembangunan Taman Maju Bersama adalah melibatkan komunitas sekitar dalam pemanfaatan dan pengelolaannya sehingga terjadi interaksi sosial.