DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Terkait Tanah Abang, Sandiaga: Jangan Menghakimi Kami dengan Wawancara yang Sifatnya Anekdotal

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta masyarakat untuk tidak menilai terlalu dini terkait kebijakan Pemprov DKI di kawasan Pasar Tanah Abang.

“Kita enggak mau kebijakan kita ini di-judge katanya-katanya dan dengan wawancara yang sifatnya anekdotal. Jadi kita mau semuanya berbasis hitmap, kita punya tools-nya dan nanti setelah seminggu kita lihat,” kata Sandiaga di kawasan Kota Tua, Sabtu (23/12/2017).

Sistem yang dimaksud Sandiaga adalah data yang diambil dari Jakarta Smart City.

Baca: Berlaku Mulai Jumat (22/12), Ini Konsep Baru Kawasan Tanah Abang yang Digagas Anies-Sandi

Keputusan Pemprov DKI yang menutup Jalan Jatibaru Raya setiap pukul 08.00-18.00 WIB untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) diprotes oleh sopir angkot yang biasa melintasi jalur itu.

Mereka mengaku tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penutupan jalan tersebut. Selain itu, mereka pun memprotes hanya bus pengumpan transjakarta yang dapat melintasi jalan tersebut. Sopir angkot trayek Tanah Abang berencana melakukan aksi protes akibat penutupan jalur ini.

“Kami akan demo (protes) besar-besaran besok (Sabtu),” kata John, seorang sopir Mikrolet M 08 (Tanah Abang-Kota) kepada Kompas, Jumat (22/12/2017).

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga pun mengaku siap menerima masukan dari pengemudi angkutan umum.

“Kalau ada masukan dari teman-teman angkot akan kami pastikan, kan kami enggak mau juga teman-teman angkot itu kehilangan omzetnya gara-gara kebijakan ini,” ujarnya.

Baca: Pedagang Pasar Tanah Abang: Kalau di Bawah Boleh, Kami Juga akan Turun

Loading...