Teknologi

Terkait Kebocoran Data, Kominfo Tak Segan Blokir Layanan Facebook

CEO Facebook Mark Zuckerberg.
CEO Facebook Mark Zuckerberg. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Komisi I DPR RI angkat bicara terkait dugaan kebocoran data satu juta lebih pengguna Facebook di Indonesia.

Wakil ketua fraksi Golkar di Komisi I, Meutya Hafid, menilai Facebook telah melakukan pelanggaran serius, berdasarkan UU ITE pasal 32 sebagai acuan.

“Sebagai negara yang berdaulat, hukum di Indonesia harus dipenuhi dan siapapun yang melanggar dikenakan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku…,” demikian pernyataan Meutya sebagaimana dikutip dari laman CNN Indonesia, Kamis (5/4).

Meutya menegaskan, pemerintah dapat menuntut, menjatuhkan sanksi, hingga menutup akses Facebook. Mantan jurnalis Metro TV itu khawatir, jika tak ada sanksi atas Facebook, bisa menjadi preseden buruk bagi perusahaan internet lainnya di Indonesia.

“Silakan pemerintah dapat memilih opsi dari ketiga itu,” ujarnya.

Baca: Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia Dicuri, Ini Kata Menkominfo

Kecaman juga disampaikan Hanafi Rais dari fraksi PAN. Wakil Ketua Umum DPP PAN itu mengusulkan agar Komisi I DPR segera memanggil Facebook Indonesia terkait dugaan kebocoran data tersebut.

“Kami akan rapat secara internal dan segera resmi kirim surat ke mereka,” kata Hanafi.

Hanafi menegaskan, agenda pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi Facebook. Meski demikian belum ada jadwal pasti kapan pemanggilan tersebut dilakukan.

Sebelumnya, sudah digelar pertemuan antara Facebook Perwakilan Indonesia dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Panggilan itu sebgai upaya klarifikasi dari pemerintah terhadap isu kebocoran data satu juta pengguna Facebook di Indonesia dari total 87 juta pengguna di seluruh dunia terkait skandal Cambridge Analytica.

Salah satu poin utama dari pertemuan tersebut adalah meminta aplikasi pihak ketiga yang berjalan di atas platform Facebook untuk ditutup sementara waktu.

Dalam kesempatan itu Rudiantara menegaskan pihaknya tak segan-segan menutup layanan Facebook di Indonesia jika mereka membandel tidak memenuhi permintaan pemerintah.

“Kalau (aplikasi pihak ketiga) enggak di-shut down, mau saya shut down semua?” ucapnya.