Kriminal

Terkait Kasus Narkoba, Sandiaga: Ridho Rhoma Hanya Korban

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno.

Jurnalindonesia.id – Sandiaga Uno mengaku ikut prihatin atas kasus Ridho Rhoma yang tertangkap saat mengonsumsi narkoba. Sandiaga menyebut, Ridho cuma korban dari salah gaul.

“Saya yakin Mas Ridho bisa direhabilitasi karena beliau korban, bukan pengedar. Justru korban yang mungkin gaya hidup yang ada di sekelilingnya, terperosok di kasus ini. Saya doakan badainya segera berlalu dan Mas Ridho pulih,” kata Sandiaga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/3/2017).

Narkoba, menurut Sandiaga, adalah salah satu masalah serius di Jakarta. Ia menuturkan, untuk mengatasi masalah narkoba, perlu adanya pengentasan kebodohan dan kemiskinan.

“Ini menunjukkan bahwa Jakarta betul-betul darurat narkoba dan ini bisa menerpa siapapun juga mau itu adalah seorang yang sangat terkenal. Saya juga ada beberapa anggota keluarga yang terterpa narkoba,” katanya.

“Dan ini menunjukkan kita harus berperang secara all out untuk memastikan masa depan anak-anak kita dan masa depan generasi muda Jakarta itu bersih dari narkoba,” imbuh Sandiaga.

Baca: Ridho Rhoma Tertangkap Sedang Konsumsi Narkoba, Berikut Fakta-Faktanya

Soal kasus narkoba sendiri, cawagub yang didukung oleh Partai Idaman itu mengatakan akar pemasalahannya adalah pendidikan dan ekonomi. Untuk itu Sandiaga bersama pasangannya di Pilgub DKI, Anies Baswedan, siap menangani apabila terpilih.

“Masalah akar itu di pendidikan dan ekonomi. Itu yang harus kita bersihkan masalah tersebut, dan lingkungan yang bersih dimulai dari keluarga. Pendidikan harus masuk, dari basis sekecil mungkin dari keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pedangdut Ridho Rhoma ditangkap polisi terkait kasus narkoba jenis sabu. Ridho terancam hukuman empat tahun penjara.

Anak dari raja dangdut Rhoma Irama ini dikenakan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 Jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk Pasal 112 sendiri diketahui ancaman hukumannya paling cepat 4 tahun penjara, sementara itu ancaman hukuman yang diatur Pasal 127 paling lama adalah 4 tahun, dan pasal 132 ancaman hukuman paling sedikit 20 tahun penjara serta paling berat adalah hukuman seumur hidup hingga pidana mati.

Putra dari Raja Dangdut Rhoma Irama yang juga merupakan Ketum Partai Idaman itu ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat, dini hari tadi. Polisi berhasil mengamankan paket sabu seberat 0,7 gram dari Ridho.

Baca juga: Begini Penampakan Ridho Rhoma Kenakan Baju Tahanan Narkoba