Kriminal

Terkait Aksi Brutal Saat ‘Sahur on The Road’, Ini Tanggapan Fahira Idris

Fahira Idris
Anggota DPD RI, Fahira Idris, Fahira Idris. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Anggota DPD RI, Fahira Idris menanggapi sejumlah aksi burtal yang dilakukan anak-anak muda di waktu sahur.

Sebelumnya diberitakan, gerombolan remaja yang mengaku sedang melakukan kegiatan sahur on the road (SOTR) melakukan aksi kriminal pada Minggu (3/6) dini hari. Mulai dari aksi vandalisme hingga penyiraman air keras di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat.

Fahira Idris sangat menyayangkan aksi tersebut dilakukan apalagi berkedok SOTB. Putri sulung dari politikus senior Fahmi Idris itu pun mempertanyakan, benarkah mereka mereka berniat melakukan sahur sementara perbuatan yang dilakukan berlawanan dengan makna puasa.

“Namun, apa iya, orang atau kelompok orang, siapa pun itu yang berniat melakukan sahur dengan niat beribadah puasa besok harinya, melakukan tindakan yang malah berlawanan dengan makna puasa?” kata Fahira melalui akun Twitter @fahiraidris.

“Apa benar, gerombolan yang konvoi naik motor di jam-jam sahur dan melakukan kerusakan adalah orang-orang yang berniat membagikan makanan dan sahur bersama orang-orang yang kurang beruntung seperti makna sesungguhnya SOTR yaitu saling berbagi?” lanjutnya.

Fahira tak ingin dengan adanya kejadian ini, orang-orang menilai jika SOTR dianggap sebagai kegiatan yang tak bermanfaat.

“Jangan karena ada gerombolan yang tidak bertanggungjawab konvoi dan melakukan kerusakan di jam-jam sahur, kita langsung menstigma SOTR itu adalah kegiatan tidak berguna karena hanya melahirkan kerusakan!” tulisnya.

Kejadian ini, menurut Fahira, berbeda sekali dengan apa yang dilakukannya saat masih bersekolah dulu. SOTR waktu itu, kata dia, adalah membagikan makanan ke panti asuhan hingga ke kampung-kampung.

Fahira pun menyinggung kebijakan Pemprov DKI Jakarta mengenai kegiatan SOTR ini.

“Pemprov @DKIJakarta sudah memutuskan, jika ada masyarakat yang ingin berbagi makanan dan sahur bersama bisa dilakukan di masjid-masjid atau di panti-panti yatim piatu. Saya gak yakin, yang mau antar sahur, di dalam perjalanannya sempat melakukan corat-coret merusak!” ujarnya.

Fahira berharap masyarakat bisa membedakan mana kegiatan SOTR mana kegiatan yang berbau kriminal.

“Jadi jika ada yang melakukan pengerusakan fasilitas umum/corat-coret di jam-jam sahur, tolong…tolong…jangan anda sebut mereka sedang lakukan SOTR ya! Tolong cerdas sedikit, agar bisa membedakan, mana yang SOTR, mana yang memang sekelompok anak-anak nakal yang beraksi di jam sahur!” pungkasnya.

Baca juga: Belum Puas dengan Penjelasan Fahira Soal “Sahur on The Road”, Netizen Pertanyakan Ini

Diketahui sebelumnya, kegiatan sahur on the road (SOTR) tercoreng oleh aksi kriminal yang dilakukan para remaja di jalan raya pada jam-jam sahur.

Mulai dari vandalisme hingga penyiraman air keras mewarnai SOTR pada Minggu (3/6/2018) dini hari di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat.

sahur on the road

Kegiatan ‘sahur on the road’ (SOTR) yang dilakukan beberapa kelompok remaja di Jakarta. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

Berikut rangkuman aksi brutal SOTR di Jakarta yang terjadi Minggu (3/6/2018) dini hari:

Tawuran

Di Jakarta Selatan, aksi tawuran mewarnai SOTR terjadi di belakang SMK Penerbangan Kebayoran Baru dan di Jalan Saharjo, Tebet. Tawuran dapat dibubarkan polisi dan enam remaja diamankan aparat.

Para remaja tersebut diamankan karena membawa senjata tajam.

Para remaja itu melarikan diri ketika polisi datang, dengan meninggalkan motor mereka. Selain motor, polisi juga menyita senjata tajam berupa 12 parang dan arit dan potongan besi.

Polisi mengamankan motor hingga senjata tajam dari aksi tawuran antarremaja di Jaksel. (Foto: Dok. Istimewa)

Penyiraman Air Keras

Di Jakarta Timur, seorang warga bernama Daniel Ksatria (27) disiram air keras oleh rombongan SOTR. Korban disiram air keras saat hendak menegur rombongan SOTR yang berkumpul di pinggir jalan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Otista Raya, Bidara Cina, Jatinegara, pada sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat itu ada seratusan peserta SOTR yang berkerumun di dekat JPO Otista. Korban menegur gerombolan tersebut karena meresahkan. Namun teguran itu dibalas dengan penyiraman air keras.

Baca: Seorang Pria Disiram Air Keras oleh Rombongan ‘Sahur On The Road’ di Jatinegara

Vandalisme Underpass Mampang

Hal negatif lainnya dari SOTR adalah adanya aksi vandalisme. Sekelompok anak muda terekam video mencorat-coret dinding underpass Mampang-Kuningan pada Minggu (3/6/2018) dini hari.

Beberapa coretan di underpass Mampang-Kuningan antara lain SOTR LAOET KR.CAWANG, SOTR BOEDOET all, SOTR RESPATY Allbases, dan lain sebagainya.

Pasukan oranye membersihkan coretan di underpass Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Yuni AY/detikcom)

Hal serupa juga terjadi di underpass Matraman. Ada beberpa coretan yang mengotori bagian tembok underpass Matraman.

Tak hanya goresan berbentuk tulisan, namun juga ada beberapa bentuk gambar menyerupai grafiti.

Vandalisme di tembok underpass Matraman, Jakarta Timur

Vandalisme di tembok underpass Matraman, Jakarta Timur. (Foto: Komas)