Ekonomi dan Bisnis

“Tax Amnesty” Resmi Ditutup, Total Pelaporan Harta Tembus Rp 4.855 Triliun

tax amnesty

Jurnalindonesia.id – Program pengampunan pajak (tax amnesty) resmi ditutup pada 31 Maret 2017 pukul 24.00 WIB.

Setelah 9 bulan berjalan, Direktorat Jenderal Pajak mencatat, hingga Sabtu (1/4/20167) pukul 00.09 WIB, total pelaporan harta yang masuk melalui tax amnesty mencapai Rp 4.855 triliun, naik Rp 112 triliun dibandingkan hari sebelumnya.

Deklarasi harta di dalam negeri masih mendominasi dengan total Rp 3.676 triliun. Sisanya adalah deklarasi harta di luar negeri sebesar Rp 1.031 triliun serta harta yang dibawa pulang ke Indonesia (repatriasi) Rp 147 triliun.

Adapun jumlah uang tebusan mencapai Rp 114 triliun, pembayaran tunggakan Rp 18,6 triliun, dan pembayaran bukti permulaan Rp 1,75 triliun.

Total uang yang masuk ke kas negara mencapai Rp 135 triliun. Sebelumnya, pemerintah membuat sejumlah target meliputi dana deklarasi dalam dan luar negeri Rp 4.000 triliun, dana repatriasi Rp 1.000 triliun, dan uang tebusan Rp 165 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri berharap, pasca tax amnesty dunia perpajakan Indonesia terang benderang.

“Sesudah hari ini, sesudah tax amnesty, seluruh kegelapan di dalam perpajakan berakhir malam ini dan besok terbitkan terang,” ujarnya.

Sejumlah warga menunggu panggilan untuk ikut dalam program Tax Amnesty di Kantor Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari ini merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty.

Sejumlah warga menunggu panggilan untuk ikut dalam program Tax Amnesty di Kantor Pajak Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat, 30/9/2016. Banyaknya warga yang antre sejak pagi karena hari ini merupakan hari terakhir periode I program tax amnesty.

Detik-detik Menegangkan Jelang Penutupan Tax Amnesty

Animo peserta di detik-detik terakhir menjelang penutupan tax amnesty masih sangat besar.

Di Kantor Pusat Ditjen Pajak misalnya, hingga dini hari masih dipadati peserta tax amnesty. Bahkan di detik-detik terakhir masih terdapat calon peserta yang belum mendapatkan surat keterangan sementara. Meski tepat pada pukul 00.00 WIB sudah ditutup.

“Pas jam 12 kami tutup pengambilan nomor antrian. Di menit-menit akhir mereka berkumpul disini buat ambil nomor antrean. Ada beberapa yang tidak dapat nomor, mereka minta-minta nomor. Tapi mau bagaimana lagi, sudah peraturan ditutup,” kata salah satu petugas di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Total peserta tax amnesty yang mendaftar di lokasi ini pun meningkat drastis hingga mencapai 2.908 peserta. Angka itu terdiri dari peserta dengan surat kuasa sebanyak 2.410 antrean dan 498 nomor antrean untuk peserta orang pribadi.

Dengan jumlah tersebut telah ditetapkan kondisi kahar atau luar biasa. Sebab rata-rata per harinya peserta tax amnesty di kisaran 1.000 antrian.

Setelah pengambilan nomor ditutup, pemanggilan peserta pun dikebut. Petugas memanggil peserta secara berkelompok sebanyak 5 nomor antrean sekaligus.

“Karena status kahar kita panggil 5 nomor sekaligus, itu kita kebut. Biasanya kita panggil satu persatu. Status kahar sudah dari jam 10 malam tadi,” tutur petugas itu.

Dalam situasi kahar itu, peserta tax amnesty hanya akan dilihat Surat Pernyataan Harta (SPH) dan bukti pembayaran. Jika ada dokumen yang tidak lengkap peserta tax amnesty diberikan kelonggaran untuk melengkapinya dalam beberapa hari kerja kedepan.

“Jadi kami hanya melihat SPH dan bukti pembayaran. Itu agar statusnya mereka daftar sebelum 31 Maret 2017. Nah untuk kekurang dokumen bisa dilengkapi sampai hari Jumat depan. Kalau dilengkapi kita kasih bukti bayar tetap, kalau tidak ya dibatalkan,” pungkasnya.

 

Loading...