Tarian Daerah Jambi

Salah satu provinsi yang terdapat di Sumatera serta berbatasan secara langsung dengan Riau yaitu Provinsi Jambi. Sama seperti provinsi lainnya yang terdapat di wilayah Indonesia, provinsi ini pun juga memiliki tarian tradisionalnya sendiri. Dalam artikel berikut akan diulas mengenai tarian daerah jambi.

Tari Sekapur Sirih

Tarian yang pertama bernama tari sekapur sirih. merupakan salah satu tarian tradisional yang bertujuan untuk menyambut para tamu kehormatan. Tarian ini akan dibawakan oleh 9 penari perempuan dan 2 penari laki-laki. Satu dari dua penari laki-laki tersebut akan membawa payung sebagai properti yang perlu digunakan selain Keris tentunya.

Dalam membawakan tarian daerah jambi ini para penari akan mengenakan pakaian adat dari Provinsi Jambi. Memiliki makna berupa kasih sayang. Sehingga dengan begitu para tamu akan merasa sangat dihargai kedatangannya.

Tari Liang Asak

Tari liang asak ini berasal dari Sarolangun. Secara umum tarian ini menggambarkan tentang aktivitas para pemuda kampung di daerah persawahan. Arti dari liang asak itu sendiri adalah lubang-lubang yang terdapat di tanah yang disebabkan oleh hentakan kayu.

Lubang-lubang tersebut sengaja dibuat oleh para petani untuk menanam benih padi. Tarian ini nantinya akan dibawakan oleh sepasang pemuda-pemudi yang berjumlah 4 hingga 5 pasang. Gerakan dari tarian ini menggambarkan tentang aktivitas bersenda gurau para petani saat tengah bekerja di sawah. Kostum yang nantinya dipakai ketika membawakan tarian daerah jambi ini yaitu pakaian khas Jambi.

Para pria nantinya akan mengenakan pakaian adat muslim seperti misalnya teluk belango untuk bagian penutup kepala. Sedangkan para perempuannya akan mengenakan baju kurung, lengkap dengan penutup kepala serta sarung.

Tari Kisan

Tarian khas Jambi berikutnya yaitu tari kisan. Tari yang satu ini dikembangkan di daerah Bangko serta Sarolangun Jambi. Tarian yang satu ini memang sangat menarik untuk ditonton dan dinikmati. Tarian ini menggambarkan tentang aktivitas mengolah padi yang baru panen hingga menjadi beras yang sudah siap konsumsi. Tari kisan hanya dibawakan oleh para remaja-remaja putri.

Editor terkait:

Tari Rentak Besapih

Untuk tarian yang satu ini sangatlah memiliki kaitan erat dengan sejarah Provinsi Jambi. Provinsi Jambi memang dikenal dari sejak dulu sebagai kota perdagangan, oleh karena itu terdapat banyak suku di provinsi yang satu ini. Keragaman dari suku-suku tersebut dituangkan dalam tarian rentak besapih.

Gerakan dalam tarian ini memperlihatkan langkah dari berbagai etnis bersatu hingga menjadi kesatuan yang kokoh. Makna yang di kandung dari gerakan tarian daerah jambi ini melambangkan kerjasama, keakraban dan rasa saling tolong menolong.

Tarian ini dibawakan oleh delapan hingga sepuluh penari. Mereka akan mengenakan pakaian adat Jambi beserta hiasan kepala. Tarian ini biasanya akan di bawakan ketika acara pesta rakyat tiba.

Tari Selampit Delapan

Tarian yang memiliki peranan penting bagi kaum remaja Jambi. dalam tarian daerah jambi inilah digambarkan tentang pentingnya rasa persaudaraan antar sesama pemuda dan pemudi Jambi. Arti dari tari selampit delapan itu sendiri adalah 8 helai kain panjang.

Kain tersebut memiliki simbol pertalian antar remaja di Jambi. Tari selampit delapan dibawakan oleh 8 orang dan masing-masing dari mereka akan memegang satu kain. Para penari tersebut nantinya akan melakukan gerakan menyilang.

Hingga akhirnya nanti tercipta sebuah rajutan yang indah. Ragam warna yang berbeda dari kain akan semakin menambah keindahan dari rajutan disebut. Itulah kenapa tarian ini menjadi Simbol kerjasama serta persaudaraan antara pemuda dan pemudi Provinsi Jambi.

Tari inai

Tari Inai merupakan perpaduan antara seni musik dengan seni tari. Juga merupakan salah satu tarian tradisional dari Provinsi Jambi. Tepatnya berasal dari daerah Kuala Jambi. Umumnya tarian yang satu ini dibawakan oleh mempelai wanita saat di rumah mereka ketika upacara malam berinai. Sedangkan upacara tersebut tidak untuk mempelai pria.

Tujuan dari tarian daerah jambi ini sebenarnya adalah untuk menjaga mempelai wanita dari gangguan supranatural. Gangguan-gangguan tersebut bisa saja berasal dari makhluk halus ataupun manusia. selain itu tari Inai juga dijadikan sebagai tarian hiburan bagi para keluarga mempelai wanita.

Tari Kubu

Tari kubu merupakan tarian yang terinspirasi dari ritual suku anak dalam. Salah satu suku anak dalam yang terdapat di Provinsi Jambi adalah suku kubu. Suku ini tinggal di perbatasan antara Sumatera Selatan dengan Jambi.

Terdapat di area hutan taman Nasional bukit dua belas dan hidup secara semi nomaden. Mereka memiliki ritual tradisional untuk pengobatan secara magis. Upacara tersebut bertujuan dalam rangka menyembuhkan serta mengusir roh jahat.

Karena dalam kepercayaan suku kubu orang yang sakit sebenarnya orang yang telah dirasuki oleh roh jahat. Dari upacara tersebutlah tari kubu ini terinspirasi. Dalam pertunjukan tarian daerah jambi ini sendiri dibawakan oleh 5 penari perempuan dan 5 penari laki-laki. Para penari nantinya akan mengenakan pakaian khas dari suku kubu.

Tari Tauh

Tari tauh juga memiliki makna persaudaraan dalam masyarakat Jambi, khususnya untuk para pemuda dan pemudinya. Tari ini sudah ada sejak zaman dahulu dan menjadi warisan dari nenek moyang. Keberadaan tari tauh ini sampai sekarang masih dilestarikan keberadaannya. Tarian ini dibawakan dengan cara berpasangan.

Editor terkait:

Tari Rangguk

Tari tradisional berikutnya yaitu tari rangguk. Tarian yang satu ini berasal dari daerah kerinci. Arti dari kata rangguk itu sendiri adalah ngangguk. Pada mulanya yang membawakan tarian daerah jambi ini hanyalah kaum laki-laki saja.

Namun saat ini sudah mulai dikembangkan, sehingga bisa diikuti oleh para wanita juga di dalamnya. Kostum yang dikenakan oleh para penari ketika membawakan tari rangguk ini adalah pakaian khas Melayu. Sedangkan untuk properti yang digunakan yaitu berupa gendang kecil.

Tari Nitih Naik Mahligai

Tarian yang satu ini juga berasal dari kerinci. Merupakan salah satu tarian yang masuk dalam jenis tari asik dan bersifat sangat sakral. Tarian yang satu ini memiliki kaitan erat dengan aktivitas pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Pada zaman dahulu tarian niti mahligai dibawakan ketika berlangsungnya acara penobatan seorang baginda raja. Hal tersebut ditunjukkan dengan dipakainya nama niti yang memiliki arti melangkah di atas suatu benda. Sedangkan untuk kata naik memiliki arti menuju ke atas. Untuk kata mahligainya sendiri memiliki arti tahta atau istana.

Anda juga akan menemukan tarian daerah jambi yang satu ini dibawakan di acara festival peduli danau kerinci. Penari yang nantinya membawakan tarian ini adalah para perempuan.

Tari Serengkuh Dayung

Tari serengkuh dayung ini juga dibawakan oleh para kaum perempuan. Merupakan tarian yang memiliki makna rasa kebersamaan masyarakat Jambi dalam segala hal. Tidak diketahui hingga saat ini siapa pencipta dari tarian ini. Namun, pada tahun 1990 tarian daerah jambi ini mulai ditata ulang oleh Aini Rozak.

Baca juga kumpulan materi tentang Tari Adat di indonesia atau materi menarik lainnya di Jurnal Indonesia.