Kriminal

SP3 Terbit, Yusril Minta Penyebar Konten Mesum Rizieq Shihab Dipidana

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

Jurnalindonesia.co.id – Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terkejut dengan kabar diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat porno pimpinan FPI, Rizieq Shihab, oleh kepolisian.

Pakar hukum tata negara menilai, memang sudah sepantasnya kasus itu dihentikan karena tak ada unsur pidana di dalamnya.

“Kalau sekarang kepolisian mengambil kesimpulan mengeluarkan SP3 ke Habib Rizieq, saya pikir ya sudah,” kata Yusril kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/6).

Yusril mengatakan, dirinya adalah salah satu pihak yang mengawal kasus tersebut dari awal. Berbagai usaha sudah ia lakukan untuk membela Rizieq, termasuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang hari raya Idul Fitri tahun lalu.

Kepada Jokowi, Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) ini menjelaskan bahwa tak ada unsur pidana dalam kasus itu. Justru, menurutnya pembuat rekaman chat dan penyebarnya yang patut dijerat pidana.

“Walaupun dengan asumsi terburuk konten chat itu memang ada dan disimpan oleh pemiliknya, itu tetap tidak bisa dipidana, yang bisa dijerat yang menyebarkannya itu,” ujar Yusril.

Kalau toh kasus itu berhasil dilimpahkan ke pengadilan, Yusril yakin kasus itu tak akan terbukti dan semua tersangka akan bebas.

Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, Yusril juga menawarkan tiga solusi untuk menyelesaikan perkara yakni SP3, amnesti, dan abolisi. Yusril menganjurkan Jokowi mengambil amnesti.

“Agak enggak enak kalau SP3 karena berarti polisi tak bisa membuktikannya,” ucapnya.

Menurut Yusril, berlarut-larutnya waktu penyelesaian kasus itu disebabkan oleh perbedaan persepsi dari pihak Istana. Namun, kini dia bersyukur dengan terbitnya SP3 tersebut.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum memberi penjelasan.

Loading...