Nasional

Soal Vonis Meiliana, Ini Kata Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (tengah) berikan keterangan pers terkait gempa Lombok berkekuatan 7 Magnitudo seusai meninjau latihan pelatnas Pencak Silat di TMII, Jakarta, Senin (6/8). (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jurnalindonesia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak bisa melakukan apa pun terkait vonis Meiliana. Warga Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), yang divonis 18 bulan penjara karena mengeluhkan suara azan terlalu keras.

Hal tersebut diucapkan Presiden Jokowi seusai bertemu dengan dengan pengurus Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Kantor KWI, Menteng, Jakarta, Jumat (24/8/2018).

“Ya saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan wilayah hukum pengadilan,” tegas Jokowi saat ditanya soal putusan pengadilan terhadap kasus Meiliana.

Namun, menurutnya, saat ini Meiliana tengah mengajukan upaya hukum ke Mahkamah Agung, yaitu banding. “Ya itu kan ada proses banding,” imbuh Jokowi kepada wartawan.

Baca: Media Internasional Ramai-ramai Soroti Kasus Meiliana

Presiden malah menyinggung soal vonis kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2015. Dalam vonis yang diketok Pengadilan Tinggi Palangkaraya itu, Jokowi sebagai presiden dan 6 pihak terkait, termasuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, dinilai melakukan perbuatan melawan hukum.

“Saya sendiri juga kan baru digedok oleh pengadilan di Palangkaraya bersalah karena urusan kebakaran,” ucap Jokowi.

Meiliana divonis 18 bulan bui karena dianggap menista agama Islam dan disebut memicu kerusuhan bernuansa SARA akibat mengeluhkan volume suara azan masjid di dekat rumahnya pada 2016. Buntutnya, rumah Meiliana dirusak warga. Namun, pascavonis, dukungan mengalir kepada Meiliana, baik dari kalangan masyarakat maupun politikus.

Loading...