Nasional

Soal Jaket Jokowi, Gibran hingga Tim Desainer Angkat Bicara

Presiden Joko Widodo menunggangi Chopperland dalam kunjungan kerja ke kawasan Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (8/4). (Foto: Ray Jordan/Detikcom)

Jurnalindonesia.co.id – Jaket yang dikenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat touring menggunakan chopperland ke kawasan Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (8/4), menjadi sorotan.

Jaket bergambar peta Indonesia itu dipersepsikan sebagian kalangan sebagai memecah belah bangsa. Lantaran peta yang ada di bagian dada tersebut terbelah oleh ritsleting.

Salah seorang netizen menafsirkan peta Indonesia terbelah ritsleting itu sebagai niatan Jokowi untuk memecah belah bangsa.

Tanggapan seorang netizen terhadap jaket yang dikenakan Jokowi.

Tanggapan seorang netizen terhadap jaket yang dikenakan Jokowi.

Penafsiran tersebut kemudian menuai kecaman netizen. Hingga putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming, ikut angkat bicara.

Melalui akun Instagram @chillipari, Gibran menuliskan:

“Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa.

Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal lho, kalo bukan kita yg beli/dukung siapa lagi? Ini jaketnya dilukis oleh seniman lokal.

Hasil kerja keras dan keringat anak bangsa. Benci boleh.

Mau bikin hashtag #2019gantipresiden silahkan.

Tapi jangan menghina hasil karya teman saya.

Saya berharap @nevertoolavish juga memberikan klarifikasi biar para pembenci tahu makna dari gambar2 di jaket ini.

Saya membuat postingan ini bukan biar @pencitraan.tv dan @sr23_official dibully, tapi saya sendiri merasakan bagaimana susahnya membangun dan membesarkan sebuah brand,” tulis Gibran.

Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa. Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal lho, kalo bukan kita yg beli/dukung siapa lagi? Ini jaketnya dilukis oleh seniman lokal. Hasil kerja keras dan keringat anak bangsa. Benci boleh. Mau bikin hashtag #2019gantipresiden silahkan. Tapi jangan menghina hasil karya teman saya. Saya berharap @nevertoolavish juga memberikan klarifikasi biar para pembenci tahu makna dari gambar2 di jaket ini. Saya membuat postingan ini bukan biar @pencitraan.tv dan @sr23_official dibully, tapi saya sendiri merasakan bagaimana susahnya membangun dan membesarkan sebuah brand

A post shared by CHILLI PARI CATERING SERVICES (@chillipari) on

Baca juga: Cerita di Balik Foto Pria Telanjang Dada yang Lari di Samping Jokowi saat Touring

Selanjutnya, tim desainer jaket tersebut, yakni Never too Lavish, juga angkat bicara.

Mereka menuliskan catatan berisi maksud dan konsep pembuatan jaket tersebut. Berikut pernyataan lengkapnya:

“Jaket denim yang di kustom dengan hasil karya lukis tangan oleh tim seniman @nevertoolavish untuk Bapak Presiden RI @jokowi mempunyai konsep Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya.

Tim seniman kami yang di pimpin oleh @hardthirteen mencoba untuk membuat konsep jaket yang dapat mewakili ragam budaya Indonesia.

Pada bagian depan menggambarkan peta Indonesia yang menggunakan nuansa Merah Putih, Yang bermaknakan negara kita Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Pada Bagian belakang tersusun kata “Indonesia” diatas warna dasar bendera Indonesia, Merah Putih dengan menyematkan keberagaman budaya di setiap hurufnya yaitu: Tarian Saman, Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, Tarian yang berasal dari Bali, Wayang Kulit, Barong, Lompat Batu dari Nias, Candi Borobudur, Batik Benowo serta Budaya Papua.

Filosofi dari konsep ini adalah Bendera Merah Putih sebagai bendera Indonesia yang dapat menyatukan belasan ribu pulau dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Kami ucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden @jokowi atas dukungan penuh beliau terhadap hasil karya anak bangsa.

Theme song “Indonesia Pusaka” – Sundari Soekotjo.”

Jaket denim yang di kustom dengan hasil karya lukis tangan oleh tim seniman @nevertoolavish untuk Bapak Presiden RI @jokowi mempunyai konsep Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya. Tim seniman kami yang di pimpin oleh @hardthirteen mencoba untuk membuat konsep jaket yang dapat mewakili ragam budaya Indonesia. • Pada bagian depan menggambarkan peta Indonesia yang menggunakan nuansa Merah Putih. Yang bermaknakan negara kita Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau • Pada Bagian belakang tersusun kata “Indonesia” diatas warna dasar bendera Indonesia, Merah Putih dengan menyematkan keberagaman budaya di setiap hurufnya yaitu: Tarian Saman, Kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, Tarian yang berasal dari Bali, Wayang Kulit, Barong, Lompat Batu dari Nias, Candi Borobudur, Batik Benowo serta Budaya Papua • Filosofi dari konsep ini adalah Bendera Merah Putih sebagai bendera Indonesia yang dapat menyatukan belasan ribu pulau dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. • Kami ucapkan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden @jokowi atas dukungan penuh beliau terhadap hasil karya anak bangsa. • Theme song “Indonesia Pusaka” – Sundari Soekotjo

A post shared by NEVERTOOLAVISH (@nevertoolavish) on