Politik

Soal Asia Sentinel, Demokrat: Semua Mungkin Kaget Kalau Tahu Prabowo dan Sandi Ikut Disebut

Prabowo SBY Sandiaga
Prabowo Subianto (kiri) bersama Sandiaga Uno (kanan) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Merdeka.com/Imam Buhori)

Jurnalindonesia.co.id – Artikel di Media asing Asia Sentinel mengenai skandal Bank Century dianggap sebagai upaya menjatuhkan nama baik presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai Demokrat mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan lantaran kasus ini menyeret nama mantan presiden.

“Pak Jokowi jangan diam. Bukan semata secara etik Bapak harus melindungi presiden sebelumnya dari fitnah, tetapi pelaku fitnah ini secara konspiratif mereka berada di sekitar chamber Bapak,” kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, Selasa (18/9/2018).

Andi menegaskan, artikel yang ditulis editor sekaligus pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, murni berita palsu alias hoaks. Berita itu disebutnya tanpa konfirmasi, meski belakangan Asia Sentinel memperbarui artikel itu dengan memasukkan keterangan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, yang menyatakan bahwa berita tersebut hoaks.

“Setelah tersebar sumber informasi primer hilang target kerusakan sudah terjadi,” kata Andi.

Andi kemudian mengulas laporan setebal 448 halaman yang dijadikan dasar pemberitaan Asia Sentinel. Andi mengatakan, nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pun ikut disebut di laporan itu.

“Semua mungkin juga kaget kalau membaca 448 halaman laporan yang disebut dasar pemberitaan Asia Sentinel juga menyebut nama Prabowo dan Sandi Uno. Bisa-bisanya dihubungkan juga ke capres-cawapres Gerindra-PAN-Demokrat dan PKS. AbrakadaBong,” ujar Andi.

Andi curiga ada banyak pihak yang terlibat dalam pemberitaan Asia Sentinel. Dia pun menyebutkan sejumlah nama.

“Mungkinkah konglomerat James Riyadi, lalu Lin Neumann, Bravo Lima, dan kantor KSP akan diperiksa jika Partai Demokrat mengadukan mereka ke penegak hukum atas fitnah brutal terhadap SBY dan Partai? Ingat lagi Stinky,” pungkas Andi.

Baca juga: Bantah Ada Peran Intelijen di Berita Asia Sentinel, Moeldoko: Bodoh Banget Kalau Begitu

Loading...