Nasional

Sindir Said Aqil, Mahfud MD: Setnov Diberi Kartu NU, Saya yang NU Tidak

Mahfud MD
Mahfud MD

Jurnalindonesia.co.id – Mohammad Mahfud MD menyinggung soal pernyataan Ketum PBNU Said Aqil Siroj yang menyebut dirinya bukan NU. Padahal, kata Mahfud, sejak kecil dirinya lahir dan besar di lingkungan NU.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu kemudian membandingkan sikap Said Aqil kepadanya dengan mantan Ketua DPR yang kini tengah menjalani hukuman kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov). Setnov yang notabene bukan warga NU justru diberi kartu keanggotaan NU.

“Saya heran dengan Pak Aqil Siroj itu. Mahfud itu bukan kader NU katanya, tapi begitu ketemu Setya Novanto dikasih Kartu NU. Enggak daftar pun dikasih, sedangkan saya yang sudah sejak kecil (warga NU) tidak (diakui),” kata Mahfud di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan TVOne, Selasa (14/8).

Mahfud mengaku sempat bertemu Said Aqil sebelum penentuan capres-cawapres. Dalam pertemuan itu, Mahfud dan Said Aqil berbicara mengenai calon-calon yang muncul untuk menjadi cawapres Joko Widodo (Jokowi).

“Waktu saya ketemu Pak Aqil Siradj terakhir itu dia nyebut lah beberapa nama ini calon-calonnya sekian. Ditunjuk ini korupsi, korupsi semua. Hanya saya dan Pak mahfud yang tidak korupsi, katanya,” ucap Mahfud.

“Lah saya memang punya data, calon-calon ini, ini korupsinya ini, ini korupsinya ini, samalah datanya semualah itu semua yang disebut-sebut itu korupsi, ini tanggal sekian ini proses sekian, saya sudah tahu,” lanjut Mahfud.

Baca: Terungkap, Ternyata “Ancaman” NU Akan Tinggalkan Jokowi Atas Perintah Ma’ruf Amin

Mahfud pun mengungkapkan, dirinya bukan orang pertama yang mendadak disebut bukan NU hanya karena berbeda pendapat atau berseberangan dengan Said Aqil. Mahfud menyebut nama mantan Wakil Kepala BIN As’ad Said Ali yang juga pernah dianggap bukan NU saat perebutan Ketum PBNU.

“Malah Pak As’ad bilang begini ke saya, Pak Mahfud saya sendiri dituduh bukan NU ketika dia mau calon ketua, saya sendiri dituduh bukan NU, jangankan Pak Mahfud, karena saya orang BIN, bukan NU,” tutur Mahfud.

“Pak As’ad cerita ke saya. Ini Pak As’ad kalau dengar pasti ingat. Jadi kalau ada kontestasi politik orang yang tidak disukai itu disebut di situ bukan NU oleh para politisi yang sedikit. Oleh sebab itu menurut saya, NU harus besar, NU ini milik umat,” ujarnya.

Kendati demikian, Mahfud menegaskan, dirinya tetap menghormati keputusan Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres.

Baca juga: Jokowi Umumkan Ma’ruf Amin sebagai Cawapres, Mahfud MD Tepuk Tangan dan Bilang “Ini yang Terbaik bagi Bangsa!”