Nasional

Sindir Harga Daging Sapi Rp 80.000, Pedagang: Beli Saja di Jakarta

Pedagang daging sapi di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur. Kamis (13/8/2015).

JurnalIndonesia.id – Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan harga daging sapi menjadi Rp 80.000 per kilogram (kg) nampaknya sulit terwujud di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Para pedagang di pasar tradisional Karya Nugraha justru memperkirakan harga daging sapi akan terus meroket mendekati Lebaran.

“Kami tergantung dari yang penjual sapinya, kalau satu ekor sapinya mendekati Lebaran naik harganya, kami juga akan menaikan harga jual daging sapi,” kata seorang pedagang daging sapi, Dedi (23), Rabu (8/6/2016).

Untuk sekarang saja, menurut Dia, harga daging sapi di Kota Baubau yang tadinya sebelum puasa hanya Rp 90.000 per kg, sekarang sudah naik menjadi Rp 100.000.

Seorang pedagang daging sapi lainnya, Arfan (24), mengatakan, rencana pemerintah menekan harga daging sapi karena akan mengimpor daging sapi. Namun ia bersama penjual daging sapi lainnya tidak menjual daging impor.

“Tidak ada daging impor disini, daging yang kami jual disini semua daging dari sapi lokal saja yang ada di sekitar Baubau ini, kalau mau beli harga daging sapi yang Rp 80.000 langsung beli saja di Jakarta,” ujar Arfan.

Harga sapi lokal sekitar Rp 7 juta per ekornya sudah termasuk dengan harga angkutan. Namun bila mendekati Lebaran harga sapi lokal naik, maka tidak menutup kemungkinan harga daging sapi yang dijual ikut naik pula.

“Kami akan lihat bagaimana menjelang Lebaran nantinya. Kemungkinan akan naik harga tergantung semua dari pedagang lainnya. Tapi untuk saat ini harga daging sapi masih Rp 100.000 per kg,” tuturnya.

Loading...