Nasional

Setelah Selebaran, Kini Beredar Foto Spanduk di Masjid Berisi Larangan Mensholatkan Jenazah Pendukung ‘Penista Agama’

Spanduk Masjid

Setelah sebelumnya media sosial dihebohkan oleh selebaran yang mengatasnamakan Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Salemba Bluntas, Jakarta Pusat, yang menyatakan tidak melayani permintaan pengurusan jenazah bagi warga yang memilih pemimpin kafir, kini beredar foto-foto spanduk dengan tema yang sama.

Tampak dalam foto, spanduk bertuliskan ‘Masjid Ini Tidak Mensholatkan Jenazah Pendukung dan Pembela Penista Agama’ terpampang di salah satu masjid.

Belum diketahui pasti di mana lokasi masjid tersebut.

Spanduk masjid yang beredar di media sosial

Spanduk masjid yang beredar di media sosial

Foto spanduk itu pun kemudian viral hanya dalam hitungan jam. Sebagian besar netizen menyayangkan pernyataan yang tertulis di spanduk tersebut.

“Ini sdh jelas bertentangan dan politis. Pengikutnya pasti sdng sakit,” tulis akun @Arifngk.

“lihat aja dosanya kyk apa tuh pengurus mesjid n orang2 sekitarnya! pasti lgsg diganjar hukuman oleh Tuhan,” tulis akun @sas_via.

Dan masih banyak lagi komentar-komentar senada.

Sebelumnya foto surat edaran yang mengatasnamakan Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Salemba Bluntas, Jakarta Pusat beredar di media sosial.

Surat edaran tersebut berisi maklumat bagi warga yang memilih pemimpin non-Muslim dalam Pilkada DKI 2017 (15 Februari). Antara lain, disampaikan bahwa Pengurus Masjid Al-Waqfiyah tidak akan melayani permintaan syukuran atau selamatan dari “para pemilih pemimpin kafir”.

Pelayanan juga tidak akan diberikan dalam hal pengurusan jenazah, pemberian hidangan berbuka, pembagian zakat, dan hal-hal lain yang lazim dikelola pengurus masjid.

Foto surat edaran itu menyebar melalui linimasa Twitter dan aplikasi berbagi pesan–macam WhatsApp–sejak Minggu (19/2).

Hingga penulis senior, Goenawan Mohamad lewat akun @gm_gm sempat berkicau terkait surat itu.

Dalam kicauannya, Goenawan Mohamad mempertanyakan apakah surat edaran itu adalah salah satu cara memenangkan Pilkada DKI 2017 dengan menggunakan isu agama.

Kicauan itu menjadi viral dengan menuai ratusan retweet.

Beberapa hari setelah itu, pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Wagiman, membuat klarifikasi yang isinya menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang tersebar di media sosial itu.

Nama ketua pengurus masjid dalam selebaran tersebut juga berbeda dengan sebenarnya. Minggu (19/2), sekitar pukul 17.00 WIB, pengurus masjid membuat pernyataan bantahan yang ditempelkan di papan pengumuman.

“Bersama ini kami pengurus masjid Al-Waqfiyah, Salemba Bluntas menyampaikan bahwa pengumuman yang mengatasnamakan pengurus masjid Al-Waqfiyah yang beredar di beberapa sosial media adalah TIDAK BENAR.”

masjid salemba

Klarifikasi juga disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin lewat akun Twitter @LukmanSaifuddin.

Setelah mendapat informasi dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Abdurrahman–yang telah berkomunikasi dengan Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah, Muh. Shodikin, Menag secara ‘resmi’ menyatakan bahwa selebaran tersebut tidak benar adanya alias hoax.

“Konfirmasi Ka. Kanwil Kemenag DKI nyatakan bantahan langsung dari Muh. Shodikin, Ketua Pengurus Masjid Al-Waqfiyah terkait isu yg HOAX,” tulis Menag Lukman Hakim Saifuddin lewat akun Twitter @LukmanSaifuddin seraya melampirkan foto klarifikasi dari pihak pengurus masjid Al-Waqfiyah.

Namun tidak berhenti sampai di situ. Tidak lama setelah itu, muncul lagi video yang berisi pernyataan seperti yang tertulis dalam selebaran di masjid Al-Waqfiyah yang dianggap hoax itu.

Berikut videonya:

Hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut terkait di mana masjid dalam video tersebut, dan apakah suara dalam video itu nyata adanya atau editan dari orang-orang tak bertanggung jawab.