Uncategorized

Setahun Hilang, Kapal Selam Argentina yang Lenyap Bersama 44 Awaknya Ditemukan

Jurnalindonesia.co.id – Angkatan Laut Argentina mengatakan tim pencari akhirnya berhasil menemukan kapal selam ARA San Juan yang hilang hampir setahun lalu membawa 44 orang awak.

Kapal selam ARA San Juan terdeteksi di kedalaman 800 meter di bawah permukaan laut di lepas pantai Semenanjung Valdes, Patagonia.

Dilansir dari laman ABC, Sabtu (17/11), Angkatan Laut Argentina mengatakan kapal selama ini positif ditemukan menggunakan robot bawah laut yang dikendalikan jarak jauh di atas kapal Amerika Serikat (AS) Ocean Infinity. Perusahaan swasta itu disewa pemerintah Argentina buat mencari kapal selam tersebut.

Mereka mengerahkan kapal pengeksplorasi Seabed Constructor yang sebelumnya digunakan dalam pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines MH370 awal tahun ini.

Baca Juga: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Berharap Dibangun Prasasti

Berdasarkan informasi dari Angkatan Laut Argentina, lewat akun Twitternya, lokasi ARA San Juan teridentifikasi oleh sebuah perusahaan AS. AL Argentina menyatakan ARA San Juan berada di kedalaman 800 meter di Samudra Atlantik.

Angkatan laut sebelumnya berbagi foto dasar laut, menunjukkan sebuah objek sepanjang 60 meter, yang mungkin adalah kapal selam yang hilang.

https://twitter.com/Armada_Arg/status/1063259859511115776

Argentina Akhiri Misi Penyelamatan Awak Kapal Selam (Associated Press)

Sejumlah kerabat awak kapal yang hilang berkumpul awal pekan ini, untuk mengenang orang-orang terkasih yang terjebak di ARA San Juan.

Sementara, Presiden Argentina Mauricio Macri mengatakan keluarga korban tidak harus merasa sendirian dan dia berjanji akan mengungkap kebenaran di balik tenggelamnya kapal selam itu.

Sebelumnya, Polisi federal Januari lalu telah melakukan penggeledahan markas Angkatan Laut setelah kepala AL dipecat akibat peristiwa tersebut.

ARA San Juan, kapal selam kelas TR-1700 yang mulai aktif dalam misi sejak 19 November 1985, dinyatakan hilang saat kembali dari misi rutin Ushuaia, dekat ujung Amerika Selatan. Tiba-tiba, para awak melaporkan kondisi “kerusakan listrik”.

Baca Juga: Viral Video Tanah di Kanada Seakan Hidup, Begini Fakta Ilmiahnya

Menurut komandan angkatan laut, Gabriel Galeazzi, kapal selam itu muncul dan melaporkan apa yang digambarkan sebagai “korsleting” dalam baterai kapal.

Kapal selam diperintahkan untuk segera menghentikan misinya dan kembali ke pangkalan angkatan laut di Mar del Plata.

Kontak terakhir antara angkatan laut Argentina dan ARA San Juan dilakukan sekitar pukul 07.30 waktu setempat, 15 November 2017, di titik di mana kapten kapal melaporkan para awak dalam kondisi baik.

Delapan hari setelah kapal selam itu lenyap, organisasi anti-uji coba nuklir atau Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty Organisation yang berbasis di Wina melaporkan telah mendeteksi anomali gema beberapa jam sejak kontak terakhir San Juan.

Lembaga, yang mengoperasikan jaringan ‘pendengar’ untuk memonitor ledakan nuklir mengatakan, ditemukan ‘anomali hidroakustik’ di lokasi sekitar 30 mil laut atau 60 km di utara titik di mana ARA San Juan dilaporkan pada 10.31 waktu setempat.

Juru bicara AL lainnya Enrique Balbi pada 2017 berkata, anomali itu mungkin adalah ledakan dari San Juan.

Juru bicara Angkatan Laut Argentina, Enrique Balbi pada tahun lalu mengatakan, air laut masuk ke snorkel kapal yang biasanya digunakan untuk mengambil udara ketika kapal ke permukaan.

Air asin itu membanjiri aki sehingga menyebabkan hubungan arus pendek dan memercikkan api sebelum San Juan dinyatakan menghilang.

Loading...