Kriminal

Sebar Hoaks Megawati Larang Azan, Guru SMA Minta Maaf di Depan Para Guru dan Murid

Rukiyah minta maaf di hadapan para guru dan murid karena sebar hoaks soal Megawati.
Rukiyah minta maaf di hadapan para guru dan murid karena sebar hoaks soal Megawati. (Foto: istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Rukiyah, guru SMA di Pematang Pasir, Tanjung Balai, Lampung, meminta maaf di hadapan para guru dan murid-muridnya lantaran menyebarkan berita hoaks soal Megawati Soekarno Putri.

Hoaks yang disebarkan Rukiyah adalah kabar palsu yang menyebut Megawati meminta azan disetop karena suaranya berisik.

Hoaks mengenai Megawati

Hoaks mengenai Megawati

Akun Twitter PDIP Sumatera Utara, @PDIPSumut, mengunggah foto Rukiyah saat meminta maaf di hadapan para guru dan murid-muridnya di tempat dia mengajar.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari membenarkan cuitan @PDIPSumut itu.

“Iya, aku re-tweet aku, dari akunnya PDIP Sumut. Ya berarti itu kan resmi ya,” ujar Eva saat dihubungi, Minggu (18/3/2018).

Baca juga: Sudah 2 Orang Ditangkap Terkait Hoax Soal ‘Megawati Minta Azan Ditiadakan’

Foto: Istimewa

Eva menjelaskan, Rukiyah menyebarkan hoaks di depan kelas saat mengajar murid-muridnya. Kader PDIP setempat pun berang dan menuntut Rukiyah meminta maaf langsung.

“Baguslah anak-anak nggak langsung minta dikriminal, langsung suruh minta maaf aja dan itu kan karena kalau nggak salah dia nyebarinnya di depan kelas, kan ndak bener itu menyampaikan, parah gitu loh,” ucap Eva.

Baca: Sebar Hoaks PKI, Seorang PNS Guru SMA di Banten Ditangkap