Daerah, Kriminal, Sumatera Selatan

Sadis! Sekeluarga Dibunuh dengan Cara Dibakar Diduga Terkait Utang Piutang Narkoba

Pelaku pembunuhan 1 keluarga di Makassar. (Foto: Taufiq/detikcom).

Jurnalindonesia.co.id – Satu keluarga yang berjumlah 6 orang tewas terbakar di kediamannya di Jalan Tinumbu, Makassar, Senin (5/8) lalu. Polisi mengungkap, ternyata rumah keluarga ini sengaja dibakar oleh sekelompok pemuda.

Diktuip dari detikcom, terungkapnya kasus ini setelah polisi menerima laporan dari keluarga korban yang curiga dengan kematian korban.

“Jadi rumahnya dibakar oleh pelaku bernama Andi Muhammad Ilham,” kata Kapolrestabes Makasssar Kombes Pol Irwan Anwar di Makassar, Minggu (12/8/2018).

Irwan menjelaskan, aksi pembakaran rumah ini dilakukan oleh Andi Muhammad Ilham atas perintah dari seorang narapidana kasus narkoba bernama Daeng Ampuh. Daeng Ampuh saat ini menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas I Makassar.

“Daeng Ampuh ini masih menjalani hukuman dalam kasus narkoba,” ujar Irwan.

Pada awalnya, keluarga korban Abdul Aziz (62) mengatakan bahwa kebakaran yang terjadi di rumah kerabatnya itu diduga terkait perselisihan antar-pemuda dan terkait utang piutang. Berdasarkan informasi yang beredar, utang piutang itu terkait soal narkoba.

Salah satu Korban, yakni Fahril, sebelum meninggal sempat berselisih dengan beberapa pemuda. Dia diminta untuk melunasi utangnya yang berjumlah jutaan rupiah.

“Fahri ada yang cari beberapa hari lalu diminta bayar utang. Saya tidak tahu utang apa,” ucap Aziz kepada detikcom di rumahnya di Jalan Tinumbu, Makassar.

“Pemuda-pemuda itu ada yang bawa badik,” imbuhnya.

Enam orang korban yang tewas terbakar adalah pasangan suami isteri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya Musdalifa (30), Fahril (24) dan Namira (24), serta cucunya Hijas yang masih berusia 2,5 tahun.

Polisi menyatakan, ke-6 orang orang tersebut tewas dibakar oleh sekelompok pemuda atas perintah bandar narkoba Daeng Ampuh yang saat ini tengah menjalani hukuman di Lapas Kelas I Makassar.

“Itulah kemudian menjadi penyebab mengapa yang bersangkutan (Daeng Ampuh) menyuruh melakukan pembakaran. Karena almarhum Fahri tidak membayar narkotika yang diambil dari tersangka Akbar Ampuh sebanyak 9 paket,” kata Irwan.

Fahri diketahui memiliki utang jutaan rupiah karena memesan narkoba kepada Daeng Ampuh. Karena tidak kunjung membayar utangnya, Daeng Ampuh lalu meminta kepada Andi Ilham untuk datang menagih dan juga memerintahkan untuk membakar rumah korban.

“Kita berkoordinasi dengan pihak Lapas dan ditemukan timbangan narkotika. Kemudian ditemukan ada empat HP,” ucapnya.

Andi Ilham tidak sendiri, dia ditemani oleh Wandi, Haedir dan Riswan Idris. Satu pelaku lainnya saat ini masih buron.

“Pelaku bernama Rahman atau Appank yang saat ini masih DPO,” kata Irwan.