Kriminal

Robertus Robet Ditangkap atas Laporan Suryo Prabowo?

Robertus Robet ditangkap terkait orasinya di 'Aksi Kamisan', Kamis (28/2/2019) lalu.

Koalisi Masyarakat Sipil menyebut Robertus Robet ditangkap bukan atas inisiatif kepolisian. Anggota Koalisi Masyarakat Sipil, Bivitri Susanti, mengatakan bahwa Robertus ditangkap atas laporan dari Letnan Jenderal TNI (Purn) Johanes Suryo Prabowo.

Robertus awalnya dituduh melanggar pasal UU ITE. Belakangan pihak kepolisian menyebut dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga aktivis HAM itu dijerat dengan Pasal 207 KUHP mengenai Penghinaan terhadap Institusi.

Pasal 207 KUHP berbunyi: ‘Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan hukum yang ada di Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah’.

Menurut Bivitri, nama J.S Prabowo tertera di dalam surat laporan kepolisian yang ditunjukkan kepada Robertus saat diperiksa.

“Pasal 207 itu kan delik aduan, memang ada Pak J.S Prabowo namanya, senior. Dulu mantan Kasum (Kepala Staf Umum TNI) kalau tidak salah. Itu dia yang menjadi pengadunya, kalau yang resminya ya,” kata Bivitri di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Kamis (7/3).

Bivitri Susanti

Bivitri Susanti. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika).

Kendati demikian, Bivitri enggan berkomentar lebih jauh. Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia itu menyerahkan kasus hukum Robertus kepada pengacara.

Bivitri hanya ingin polisi membebaskan dan menghentikan penyidikan dugaan pelanggaran pidana yang dituduhkan kepada Robertus.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, J.S Prabowo membantah tudingan yang menyebut dirinya melaporkan Robertus ke kepolisian.

“Tidak benar, saya bukan tukang lapor,” kata J.S Prabowo melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com.

J.S Prabowo dalam akun twitternya @marierteman sempat mengomentari nyanyian dalam orasi Robertus dalam aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2).

“Bukankah ajakan nyanyian lagu spt ini sdh bisa dikategorikan sebagai tindak (pidana?) ujaran kebencian? @TjahjantoHadi @Puspen_TNI,” tulis J.S Prabowo, Rabu (6/3/2019).

Diketahui, Robertus Robet ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri, Kamis (7/3/2019). Juru bicara Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Robertus telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Robet ditangkap atas dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia,” kata Dedi melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (7/3/2019).

Robertus Robet

Robertus Robet saat hadir di ‘Aksi Kamisan’

Penangkapan dan penetapan tersangka tersebut terkait dengan orasi yang dilakukan Robet di ‘Aksi Kamisan’, Kamis (28/2/2019) lalu. ‘Aksi Kamisan’ hari itu menyoroti rencana pemerintah memperluas jabatan sipil untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Video orasi Robet yang diunggah di akun Youtube Jakartinicus dipotong dan diviralkan oleh pihak tertentu, sehingga Robet dianggap menghina institusi TNI. Padahal, Robet sudah menyampaikan konteks dari orasinya itu adalah refleksi. Dia juga menegaskan bahwa kritik itu disampaikan lantaran ingin institusi TNI tetap profesional.

Berikut video lengkapnya:

Loading...