Kriminal

Rizieq Shihab Tak Akan Pulang Sebelum Semua Kasus Di-SP3

rizieq shibab
Muhammad Rizieq Shihab

Jurnalindonesia.co.id – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab belum akan pulang ke Indonesia lantaran masih ada beberapa kasus lain yang belum di-SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara).

Hal itu disampaikan Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamu’min menanggapi pertanyaan soal kemungkinan Rizieq akan kembali ke tanah air.

“Belum bisa [pulang], masih ada 3 kasus lagi belum di-SP3. Orang mikirnya udah selesai, padahal belum selesai,” kata Novel saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (18/6).

Sebelumnya, Polda Jabar telah mengehentikan penyidikan atas kasus dugaan penghinaan Pancasila yang menjarat Rizieq. Dan yang terbaru adalah penghentian kasus dugaan chat mesum oleh Polda Metro Jaya.

Menurut Novel, masih ada tiga kasus lain, dua di antaranya adalah kasus tudingan adanya logo palu arit di lembaran mata uang baru rupiah, dan ceramah yang dinilai melecehkan umat Kristen.

“Itu ada beberapa orang, jadi semuanya total ada 14 pelapor. Enam laporan dan perlu SP3 itu,” ucap Novel.

Baca: Gerindra Harap Semua Kasus Rizieq Di-SP3 supaya Bisa Segera Pulang ke Indonesia

Novel Bamukmin

Novel Bamukmin

Sebelumnya, anggota Dewan Penasihat PA 212 Eggi Sudjana menyatakan, Rizieq akan mengumumkan sendiri kepulangannya ke Indonesia.

“Habib (Rizieq) menyampaikan kepada saya, dia pasti pulang hanya kapan dan waktunya itu dia bilang tidak boleh saya yang umumkan, tidak boleh FPI, dia sendiri yang mengumumkan kapan dia pulang,” kata Eggi di Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Eggi menjelaskan, keputusan Rizieq mengumumkan sendiri kepulangannya untuk menghindari kesimpang-siuran informasi seperti yang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya.

“Seperti yang lalu itu, saya ketua panitia penyambutannya tidak jelas juga kapan pulangnya,” katanya.

Diketahui, sudah sejak setahun lalu Rizieq berada di Mekkah, Arab Saudi dan selama penetapan tersangka dirinya dalam kasus yang berjalan di Polda Metro Jaya tersebut. Dan setidaknya sudah empat kali selama Rizieq di Mekkah, digadang-gadang akan kembali ke Indonesia.

Pertama jelang Milad FPI yang digelar pada 15 Agustus 2017, kemudian saat musim haji 1438 Hijriah/2017 Masehi berakhir pada 22 Agustus 2017, saat reuni alumni 212 di Monas pada 2 Desember 2017, dan pada 21 Februari 2018.

Keempat rencana tersebut batal meskipun sudah ada panitia penyambutan kepulangan Rizieq.

Selama di luar negeri, Rizieq selalu menyapa pengikutnya lewat rekaman suara yang diperdengarkan luas.

Terkait SP3 kasus chat mesum, Novel Bamukmin menuding ada upaya barter dengan sejumlah kasus terkait. Salah satunya, menurut Novel, ‘dibarter’ dengan kasus dugaan penistaan agama oleh Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi yang menyinggung azan dan kidung ‘Ibu Indonesia’.

Sebagaimana diketahui, Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal menyatakan bahwa kasus yang menjerat putri proklamator RI, Soekarno, itu telah dihentikan penyelidikannya.

“Kita khawatir dibarter dengan habib rizieq yang memang dikriminalisasi dengan ditersangkakan, dan beda dengan yang tersangka dengan fakta hukum yang sangat jelas,” ujar Novel.

Baca: Kasus Dugaan Penodaan Agama Dihentikan, Pengacara Sukmawati Galau

Novel mengaku khawatir, kasus-kasus yang menjerat Rizieq yang belum di-SP3 akan ‘digunakan’ untuk barter dengan kasus-kasus yang menyeret tokoh lain.

“Saya duga tiga kasus ini akan dibarter dengan Viktor Laiskodat atau Ade Armando,” ucapnya.

Viktor Laiskodat dilaporkan sejumlah pihak ke Bareskrim atas ucapannya yang menyebut PAN, Gerindra, Demokrat, dan PKS, sebagai pendukung negara khilafah.

Sedangkan Ade Armando dilaporkan DPD FPI DKI Jakarta ke Mabes Polri karena menggunggah meme bergambar Rizieq Shihab yang telah diedit dengan menggunakan topi Santa Claus dengan tulisan ‘Hadirilah Parade Natal 2512’.

Sebelumnya, saat mengklarifikasi perihal SP3 Rizieq Shihab dalam kasus dugaan chat mesum, Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin menegaskan idak ada intervensi atau unsur politis dalam penerbitan surat tersebut.

“Apapun yang dilakukan penyidik tentu kewenangan mereka. Tidak ada intervensi apapun dari pimpinan Polri,” kata Syafruddin di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Minggu (17/6).

Baca juga: Mengapa Rizieq Berterima Kasih ke Jokowi Terkait SP3 Kasusnya?