Nasional

Ricuh, Demo Tolak Habib Rizieq di Surabaya Mendapat Perlawanan

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Jurnalindonesia.id – Demo penolakan kedatangan pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Masjid Ampel masih terus berlanjut. Tercatat, ini adalah demo yang ketiga kalinya yang dilakukan sekelompok warga Surabaya setelah demo sebelumnya di Polsek Semampir dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kali ini, aksi unjuk rasa dilakukan di depan gang masuk ke masjid dan makam Sunan Ampel di Jalan Raya Nyamplungan.

Bila dua demo kemarin berlangsung aman, tapi demo kali ini mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang diduga adalah panitia pengajian.

Puluhan orang melakukan demo di jalan raya di dekat gang masuk ke masjid dan makam Sunan Ampel. Mereka berorasi seraya membentangkan poster berisi pernyataan penolakan terhadap pengajian yang rencananya dihadiri Rizieq Shihab.

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya.

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Poster-poster tersebut bertuliskan antara lain, ‘Suroboyo sudah damai jangan kau kotori hai Riziek, Arek Suroboyo menolak Riziek Shihab, Tolak Riziek Shihab, Kami menolak kehadiran Riziek Shihab di Masjid Ampel’.

“Makam Ampel adalah tempat yang sakral. Kami tak ingin Surabaya dan khususnya Ampel dikotori oleh paham radikal,” ujar orator.

Sementara itu puluhan polisi bersiaga di lokasi demo.

Pada saat itulah, mendadak dari dalam gang muncul sekelompok warga berbaju putih. Seraya meneriakkan takbir, mereka juga berteriak-teriak meminta supaya demo dibubarkan.

Untung saja aparat kepolisian sigap menyikapinya. Polisi menghadang mereka yang bermaksud hendak menemui pendemo.

Baca juga: Banser Jatim Dorong FPI Dibubarkan

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Polisi mencegat orang-orang berbaju putih tersebut dan tidak memperbolehkan keluar dari gang. Sementara mereka tetap berteriak dan menantang para pendemo.

Akhirnya polisi mengambil keputusan membubarkan demonstrasi supaya kondisi aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Demo itu pun bubar. Setelah demo bubar, orang-orang berbaju putih itu pun juga bubar.

“Memang kegiatan (pengajian) ini ada pro dan kontra. Kami sebagai aparat kewajiban kami mengamankan kegiatan tersebut karena banyak masyarakat yang menolak terkait kegiatan Habib Rizieq, bukan kegiatan agamanya,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ronny Suseno.

Ronny menambahkan, demo ini ada karena masyarakat kemungkinan sudah bisa menilai sepak terjang Rizieq. Berdasarkan laporan, Ronny mengaku bahwa kegiatan pengajian yang rencananya mengundang Rizieq Shihab tersebut belum ada izin atau pemberitahuan.

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

Demo menolak Pimpinan FPI Rizieq Shihab di Surabaya. (Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom)

“Minimal ada pemberitahuan yang diberitahukan ke kami. Kalau gak ada izinnya, bisa dibatalkan,” ucap Ronny.

Pengajian itu sendiri rencananya akan dilangsungkan pada Selasa (11/4/2017) pukul 19.00 WIB. Baliho kegiatan yang sempat dipasang namun sudah diturunkan itu memang memajang foto Rizieq bersama dengan KH Zeid Muhammad Yusuf. Tema pengajiannya: ‘Merajut Ukhuwah Menegakkan Syariah Dalam Bingkai NKRI’.

Baca juga: Polisi Bubar Paksa Forum Khilafah Hizbut Tahrir di Semarang

 

Loading...