Daerah, Jawa Barat

Ratusan E-KTP Tercecer di Jalan, Dirjen Dukcapil: Itu E-KTP Invalid

Penemuan e-ktp di bogor
Penemuan e-ktp di bogor, Sabtu (26/5). (Foto: Dok. Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Penemuan sebuah kardus berisikan E-KTP di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menghebohkan warga. E-KTP yang diperkirakan berjumlah ratusan itu diketahui terjatuh dari truk engkel yang melintas.

Menurut penuturan warga, Ugan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/5) sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika itu sebuah truk engkel (belum diketahui plat nomornya) melaju dari arah Kayumanis menuju Parung.

Sampai di persimpangan Salabeda, sebuah kardus yang dibawa truk tersebut terjatuh ke jalan. Warga yang menyadari hal tersebut langsung mendekati kardus. Setelah diperiksa ternyata isinya ratusan E-KTP.

“Banyak banget. Jadi E-KTP itu jatuh dari truk engkel yang tadi lewat dari arah Kayumanis ke Parung” katanya kepada Okezone, Sabtu (26/5/2018).

Sontak, warga dibantu pengendara lain mencoba memberitahukan kepada sopir truk bahwa barang bawaanya ada yang terjatuh. Kemudian, sopir memutar arah dan mengambil ratusan E-KTP tersebut.

“Sopirnya balik, langsung mungutin. Kata temen saya yang tadi, di E-KTP itu tulisannya dari Sumatera Selatan sama masa berlakunya 2017,” ujarnya.

Setelah mengambil E-KTP yang tercecer di jalan, sopir truk langsung melanjutkan perjalanan ke arah Parung.

“Enggak lama sopirnya langsung pergi. Saya masih penasaran, buat apa ya E-KTP itu dibawa pakai truk engkel juga jumlahnya banyak begitu,” katanya.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Kemang, Kompol Ade Yusuf Hidayat. “Iya betul (penemuan karung berisi E-KTP),” katanya, Minggu (27/5).

Baca juga: Mendagri Menyayangkan Proses Cetak e-KTP Dilakukan di Luar Negeri

Penemuan e-ktp di bogor

Penemuan e-ktp di bogor, Sabtu (26/5). (Foto: Dok. Istimewa)

Sudah Rusak

Sementara itu Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, e-KTP yang terjatuh dari truk tersebut merupakan e-KTP yang sudah rusak.

“Pak Sesditjen Dukcapil I gede Suratha sudah melakukan pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor. Menunjukkan bahwa e-KTP yang tercecer tersebut adalah e-KTP rusak atau invalid. Dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor,” ucap Zudan kepada kumparan.com, Minggu (27/5).

Zudan juga mengklarifikasi, bahwa e-KTP yang tercecer itu jumlahnya bukan berkarung-karung, melainkan hanya sebanyak 1 dus dan 1/4 karung.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Adim Mugni/kumparan)

Ia mengatakan, saat ini karung berisi e-KTP itu sudah diamankan polisi dan dikembalikan ke truk pengangkut untuk dibawa ke gudang penyimpanan di Semplak. Ia menyebut, pengembalian sejumlah e-KTP itu, juga dihadiri oleh petugas Kementerian Dalam Negeri.

“Saat ini permasalahan ditangani Polres Kabupaten Bogor dan rencananya pagi ini beberapa staf yang mengawal barang tersebut dan sopir akan diminta keterangan,” ujarnya.

Jangan sampai kecolongan

Wasekjen PPP Achmad Baidowi sebelumnya angkat bicara terkait penemuan e-KTP ini. Baidowi mendesak Kemendagri untuk bisa mengecek keaslian e-KTP tersebut.

“Kemendagri harus melakukan pengecekan apakah E-KTP tersebut asli atau palsu?” kata Baidowi kepada kumparan.com, Minggu (27/5).

Dia meminta agar jangan sampai Kemendagri kecolongan. Terlebih adanya dugaan penyalahgunaan terhadap e-KTP tersebut.

“Jangan sampai Kemendagri kecolongan dan jangan sampai terjadi penyalahgunaan terhadap e-KTP,” ucapnya.

Baca juga: Wali Kota Risma Ngamuk Saat Sidak Layanan e-KTP

Achmad Baidowi

Achmad Baidowi. (Foto: Wikipedia)

Selain itu, anggota Komisi II DPR ini juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam penemuan e-KTP tersebut.

“Pertama terkait isi muatan apakah satu truk isinnya e-KTP semua atau sebagian. Alamat e-KTP yang ada di Sumsel kenapa bisa nyasar dan numpuk di Bogor? Kalau alasannya dicetak, bukankah e-KTP bisa dicetak di Sumsel,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Baidowi mengingatkan agar tak ada pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan insiden tersebut untuk menjatuhkan kelompok tertentu. Apalagi, memasuki tahun-tahun politik.

“Sekarang mendekati momen politik jangan sampai e-KTP tersebut menjadi komoditas untuk menguntungkan ataupun menjatuhkan salah satu kelompok,” pungkasnya.