Uncategorized

Ramai Cuitan Cucu Bung Hatta, Siapa Sosok Gustika?

Jurnalindonesia.co.id – Nama Gustika Hatta Jusuf Hatta santer terdengar, setelah ramai diberitakan di media. Perempuan berdarah Minang-Sunda-Aceh-Jawa itu merespons cuitan Ketua Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan nada marah.

Gustika geram lantaran sang kakek, Bung Hatta, disamakan dengan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. Dia meluapkan kekesalannya kepada Dahnil lewat akun Twitter-nya @Gustika. Lantas, seperti apa sosok Gusti?

1. Gustika adalah sosok pemudi yang patut dicontoh

Twitter/@Gustika

Cucu Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta itu ternyata mewarisi sifat sang kakek. Gustika menguasai dan fasih berbicara dalam empat bahasa yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, dan kini sedang mempelajari Bahasa Rusia.

Gustika juga merupakan anggota delegasi muda untuk Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2012 dan Konferensi Pemuda, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB ke-8 (8th UNESCO Youth Forum) pada 2013.

2. Gusti memiliki ketertarikan dalam seni dan hubungan internasional

Instagram/@indonesianuninternKetertarikannya dalam bidang seni dan hubungan internasional membuat Gustika sadar akan pentingnya perlindungan seni dalam konflik bersenjata. Hal inilah yang membuat perempuan penyuka kucing ini mengambil jurusan Studi Perang di King’s College London.

Baca: Cucu Bung Hatta Protes Kakeknya Disamakan dengan Sandiaga: Rasanya Mau Muntah

Gustika juga mengakui keterlibatannya dalam organisasi dunia, semua didasari oleh ilmu dan wawasan yang luas. Dia pun mensyukuri ajaran orangtuanya yang mengajarkan untuk selalu banyak membaca sejak kecil hingga kini. Tak heran jika membaca adalah hobinya.

“Bibliophile (penggemar buku),” begitu dia menulis dalam profil akun Twitter-nya.

3. Gustika telah menyelesaikan studinya

Twitter/@Gustika

Melalui jejaring media sosial, linkedin, Gustika menuliskan baru saja menyelesaikan Bachelor of Art (B.A.) dalam Studi Perang di King’s College London, Inggris. Dia sangat tertarik pada perlindungan warisan budaya di bawah konflik bersenjata, peran perempuan dalam aksi militer, dan pemeliharaan perdamaian, serta dalam isu-isu strategis di Asia Tenggara dan Pasifik. Ia juga tertarik dalam studi subkultur dan dekolonisasi.

Baca: Diprotes Karena Menyamakan Sandiaga dengan Bung Hatta, Ini Penjelasan Dahnil

Perempuan kelahiran 19 Januari 1994 ini juga tertarik dengan isu-isu keamanan dan urusan internasional. Setelah terlibat dalam beberapa inisiatif yang dipimpin PBB sebagai Delegasi Pemuda Nasional, Gustika berpengalaman dalam bekerja di pengaturan pemerintah dan antar pemerintah.

4. Gustika anggota Dewan Pengawas Remaja Indonesia (YOI)

Twitter/@Gustika

Sejak 2016, Gustika telah menjadi anggota Dewan Pengawas Remaja Indonesia (YOI), di mana ia menjadi ujung tombak beberapa proyek untuk organisasi. Gustika juga seorang mentor di Persatuan Pembina Indonesia Perserikatan Bangsa-Bangsa (IUNIA), di mana ia membantu setiap calon pemagang di Indonesia untuk mencapai potensi mereka.

“Since 2016, Gustika has been a member of the Board of Supervisors of Youth of Indonesia (YOI), where she is spearheading several projects for the organisation,” tulis Gustika dalam jejaring Linkedin.

Loading...