Nasional

Rachmawati Anggap Film G30S/PKI Kurang Menggambarkan Sejarah

Rachmawati Soekarno Putri (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Jurnalindonesia.co.id – Putri mantan Presiden pertama RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, menyatakan ketidaksetujuan terhadap penayangan ulang film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang ramai diperdebatkan. Menurutnya, tidak semua aspek sejarah bisa tersampaikan dalam film itu.

Rachmawati mencontohkan, skenario yang dibuat tidak komprehensif. Pasalnya, hanya sebagian saksi hidup yang keterangannya dijadikan landasan untuk film ini. “Dari dulu saya memang sebetulnya kurang sreg,” ujarnya ketika ditemui selepas acara deklarasi relawan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di kediamannya, Jalan Jati Padang Nomor 54 B, Jakarta, Jumat, 28 September 2018.

Baca: Rachmawati Tersinggung Berat Megawati Ajak Ahok ke Makam Bung Karno: Manusia Kayak Gitu kok Diajak

Rachma, yang juga politikus Partai Gerindra, menuturkan pengalamannya sebagai sutradara dan produser film membuatnya mengerti betul proses pembuatan film. Atas dasar itulah ia menyimpulkan bahwa film yang menceritakan sejarah Partai Komunis Indonesia ini tidak pas dengan kenyataan sesungguhnya. “Kalau ditanya setuju atau tidak, sebenarnya saya kurang setuju,” katanya.

Sebelumnya, film ini kembali ramai diperbincangkan berawal dari tantangan Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo di Twitter. Ia menantang Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini, Marsekal Hadi Tjahjanto, kembali menayangkan film besutan Arifin C. Noer pada 1984 itu.

Baca: Rachmawati: Jangan Pilih Pemimpin Antek Asing dan Penumpuk Utang!

Gatot juga mempertanyakan keberanian Kepala Staf TNI Angkatan Darat (AD) Jenderal Mulyono memimpin prajurit pemberani, seperti Komando Strategis Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus, dan prajurit TNI AD, jika tak sanggup memerintahkan nonton bareng. “Kok KSAD-nya penakut… Ya sudah pantas lepas pangkat,” kata Gatot melalui akun Twitter-nya, @Nurmantyo_Gatot, Kamis, 20 September 2018.

Tahun lalu, semasa menjabat Panglima TNI, Gatot memerintahkan anggota TNI menggelar nontonbareng film G30S/PKI. Gatot bergeming kendati instruksi itu menuai kontroversi. Melalui cuitannya, Gatot menantang Mulyono memerintahkan jajarannya menggelar nonton bareng. Gatot menyebut KSAD sebagai penakut jika tak berani menginstruksikan pemutaran kembali film itu.

TEMPO

 

Loading...