Ekonomi dan Bisnis

Program Rumah DP Nol Rupiah: Nabung Dulu Rp 2,3 Juta Selama 6 Bulan

Pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno
Anies Baswedan Sandiaga Uno. (Foto: Merdeka.com/anisya yusepa)

Jurnalindonesia.id – Dalam situs resmi tim pemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, jakartamajubersama.com, dijelaksan soal skema program kredit rumah DP 0 Rupiah untuk warga DKI kelas menengah ke bawah. Caranya adalah dengan mengganti prasyarat DP (down payment) atau uang muka, menjadi tabungan selama 6 bulan.

Dalam situs tersebut juga dijelaskan, plafon KPR yang akan diberikan bagi masyarakat adalah sekitar Rp 350 juta.

“Pokok pinjaman (tanah dan bangunan) = Rp 350 juta,” demikian tertulis dalam situs jakartamajubersama.com.

Tanpa dukungan pemerintah daerah (pemda), maka ada DP senilai Rp 53 juta yang harus ditanggung masyarakat. Angka tersebut diperoleh dari perhitungan 15% x Rp 350 juta (15% dari harga rumah).

Untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah, pasangan calon (paslon) akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menalangi besarannya uang muka yang diperlukan.

Baca juga: Anies Klaim Tidak Pernah Janjikan Program DP Nol Persen

Namun, ada syarat yang harus dipenuhi warga DKI bila ingin mendapat talangan dari pemerintah daerah DKI Jakarta bila pasangan Anies-Sandi menang nantinya. Syarat tersebut adalah:

1. Warga DKI Jakarta.
2. Kredit untuk rumah pertama, dan digunakan sebagai rumah tinggal.
3. Menunjukkan bahwa selama 6 bulan terakhir, dia telah menabung sebesar Rp 2,3 juta setiap bulan di Bank DKI. Hal ini untuk membuktikan bahwa konsumen mampu membayar cicilan, juga sebesar Rp 2,3 juta ketika mengikuti program.
4. Bagi kelompok berpenghasilan tetap melampirkan bukti penghasilan, dan bagi kelompok berpenghasilan tidak tetap melampirkan keterangan penghasilan yang ditandatangani lurah.

Secara sederhana, masyarakat pemohon harus menabung secara rutin Rp 2,3 juta/bulan selama 6 bulan.

Selain tabungan DP Rp 2,3 juta/bulan, berapa cicilan bulanan yang harus ditanggung masyarakat selama masa cicilan?

“Bila lolos penilaian, konsumen mencicil sebesar Rp 2,3 juta, selama 20 tahun (asumsi bunga bank 5% untuk FLPP),” tulis situs tersebut.

Untuk semakin mempermudah masyarakat membeli rumah, paslon Anies-Sandi juga menyiapkan skema pendukung lainnya, yakni:

1. Skema sewa-beli dalam jangka panjang,
2. Memastikan nilai properti yang terjangkau,
3. Subsidi selisih bunga,
4. Subsidi Uang Muka (bukan hanya ditalangi),
5. Masa tenor (lama cicilan) yang diperpanjang, misalnya hingga 30 tahun.

Baca selanjutnya: Program DP Nol Rupiah Anies-Sandi Bentuknya Rusun, Bukan Rumah