Ekonomi dan Bisnis, Nasional

Program Baru Menteri Susi: Nelayan Dimudahkan Pinjam Rp 200 Juta Lebih untuk Ganti Alat Tangkap

Menteri Susi (Foto: Eduardo Simorangkir/detik)

Jurnalindonesia.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sudah melarang penggunaan alat tangkap cantrang untuk menangkap ikan di laut. Namun, kendala berikutnya adalah penggantian alat tangkap yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menyikapi hal tersebut, Susi mencoba menempuh jalan keluar dengan menawarkan kemudahan kredit perbankan bagi para nelayan yang ingin membeli alat tangkap baru pengganti cantrang yang selama ini digunakan.

“Kita pertemukan dengan perbankan yang mau memberikan kredit senilai minimal Rp 200 juta sampai kecukupan kebutuhannya berapa,” ujar Susi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Memastikan fasilitas kredit ini mudah diakses oleh para nelayan, Susi mengatakan akan membuka posko pelayanan di Kementerian Kelautan yang buka setiap hari kerja pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB.

“Mohon kepada para pemilik kapal cantrang yang ingin mengganti cantrang, saya siapkan posko setiap hari dari jam delapan sampai jam empat sore di kantor perizinan di KKP, untuk menghadap kepada Bu Krisna,” sambung dia.

KKP kemudian akan memfasilitasi kredit kepada para nelayan untuk melakukan peminjaman kepada bank, yang juga akan merestrukturisasi utang nelayan yang telah jatuh tempo, dan dapat melakukan peminjaman kembali.

“Bahkan kalau yang punya utang lama, perbankan akan merestrukturisasi sampai 2 tahun dan diberi utang baru,” tambahnya.

Hingga saat ini telah ada dua bank yang menjalin kerjasama dengan KKP terkait program fasilitas pembiayaan ini, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Sudah kita pertemukan kemarin perbankan dan nelayan untuk bisa mendapatkan pinjaman untuk bisa mengganti alat tangkap dan kapal baru. Jadi tolong segera dimanfaatkan. Saya harap dengan bertambahnya ikan di mana-mana, makin baik pengelolaan perikanan, ikan makin banyak, yang diuntungkan nelayan-nelayan pemilik kapal itu sendiri,” pungkasnya.

 

Loading...