Ekonomi dan Bisnis

Prabowo: Bu Susi Mungkin Sebentar Lagi Direshuffle karena Ungkap Kerugian Negara

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jurnalindonesia.co.id – Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, ada kemungkinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkena reshuffle kabinet karena mengungkap data kerugian negara dari sektor perikanan.

“Ternyata banyak menteri dari pemerintah sekarang ini mengatakan malah lebih dari saya, Ibu Susi mungkin sebentar lagi kena reshuffle beliau ini. Jawabannya kurang enak. Dia mengatakan kerugian negara Rp 2.000 triliun sampai Rp 3.000 triliun di sektor ikan saja,” kata Prabowo di hadapan 300 jenderal purnawirawan dan para intelektual dalam diskusi bertajuk ‘Ekonomi Kerakyatan sebagai Solusi Tatanan Ekonomi Indonesia dan Global’ di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9).

Prabowo menyebut angka kerugian negara dalam buku ‘Paradoks Indonesia’ yang dia tuliskan jauh lebih kecil dibanding dengan angka yang diungkapkan menteri Susi.

“Saya masih konservatif, saya katakan Rp 1.000 triliun. Karena saya diajarkan oleh senior-senior selalu hati-hati dengan angka,” ujarnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Ketua Umum Partai Gerindra ini kembali menyinggung soal ekonomi Indonesia yang menurutnya telah menyimpang dari Undang-undang Dasar (UUD) 1945, terutama Pasal 33.

“Jadi dalam semua bidang para intelektual juga harus punya nasionalisme. Harus punya cinta tanah air. Harus berpihak pada bangsanya sendiri. Bukan mengabdi pada bangsa lain. Jadi premis saya adalah ternyata kalau kita melihat semua data, sistem ekonomi sekarang menyimpang dari UUD 1945, khususnya Pasal 33,” ucap Mantan Danjen Kopassus ini.

“Jadi sistem sekarang membuat tidak ada kekayaan nasional yang tinggal di republik ini. Tidak ada. Keuntungan bangsa, nilai tambah bangsa, akibat sistem ini mengalir keluar,” imbuhnya.

Bukan kali pertama

Tercatat, bukan baru kali ini Prabowo menyeret nama Menteri Susi dalam persoalan kerugian negara. Sebelumnya, saat berpidato di kediaman Ketum PAN Zulkifli Hasan, Jl Widya Chandra IV, Senin (25/6/2018) lalu, Prabowo juga sempat berbicara tentang uang RI yang mengendap di luar negeri.

Prabowo kala itu menampilkan satu berita media massa soal uang menginap di luar negeri. Dia kemudian mengungkit ‘serangan-serangan’ ke dirinya saat menyebut ada kebocoran uang negara. Di sinilah mantan menantu Presiden ke-2 RI Soeharto itu menyebut nama Susi.

“Saya waktu itu mengatakan Indonesia bocor setahun Rp 1.000 triliun dihujat, diejek Prabowo tak punya gelar ekonomi. Memang saya tak punya gelar ekonomi, tapi saya bisa baca data,” katanya.

“Kemudian Ibu Susi malah mengatakan lebih dari saya. Beliau mengatakan Rp 2.000 triliun hanya dari sektor perikanan, Ibu Susi ini (yang bilang). Saya kira beliau juga tidak punya gelar sarjana ekonomi. Tapi beliau mengerti masalah,” lanjutnya.

Tak hanya Menteri Susi, Prabowo juga menyebut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Menkeu sendiri mengatakan bahwa ada kurang-lebih Rp 11 triliun 400 ribu menginap di luar negeri,” ujar Prabowo.

“Bayangkan, Rp 11.000 triliun uang kita di luar,” imbuhnya.

Prabowo pun mengaku heran terhadap pihak-pihak yang mengejeknya lantaran bicara soal ‘kebocoran’ uang negara.

“Beliau (Susi) mengatakan Rp 2.000 triliun hanya dari…. Saya mengatakan Rp 1.000 triliun, kalau saya mau konservatif. Itu pun saya sudah diejek, diserang,” pungkas Prabowo.