Kriminal

Posting Foto Rizieq Shihab Pakai Atribut Natal, Ade Armando Dipolisikan

Seorang murid dari pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab melaporkan dosen Universitas Indonesia, Ade Armando, ke polisi.

Murid bernama Ratih Puspa Nusanti itu mempersoalkan salah satu postingan Ade di media sosial Facebook, yakni sebuah foto yang menampakkan Rizieq Shihab bersama sejumlah tokoh agama namun diedit dan menambahkan atribut natal di diri para tokoh agama tersebut.

Bagi ratih, postingan tersebut dianggap menghina gurunya. Ratih pun tak terima sehingga berinisiatif melaporkannya ke polisi.

Kamis, 28 Desember 2017, didampingi Sekjen DPP FPI Novel Bamukmin, Ratih tiba di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Merdeka Timur. Ratih membawa sejumlah bukti untuk diberikan kepada polisi.

“Saya sebagai umat Islam dan pribadi yang kebetulan jemaah Rizieq. Ada posting seperti ini penghinaan terhadap ulama yang digambarkan pakai atribut Natal pakai topi Sinterklas. Atas posting itu saya tidak terima karena sangat melecehkan ulama,” ujar Ratih.

Ratih mengaku mendapat postingan tersebut dari Novel pada Rabu (27/12). Tak terima melihat foto itu, Ratih dan Novel pun memutuskan melaporkan Ade.

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando.

“Saya menemukan posting Ade Armando dari Ustaz Habib Novel ini,” ujar Ratih.

Selain Ratih, Damai Hari Lubis, yang juga mengaku sebagai murid Rizieq, melaporkan salah satu akun Facebook milik Mario Ono. Damai juga tak terima Habib Rizieq dihina dengan disebut sebagai ‘biang cabul’.

Akun atas nama Mario Ono ini juga dianggap menghina aksi 212, mengaitkannya dengan sebuah produk makan penyedap rasa.

“Dia bikin Ajinomoto aksi 212, produk micin dan dihina juga Habib (Rizieq) dengan biang cabul, kata-kata lain juga ada yang cukup kasar. Ini benar-benar menghina ulama,” ujar Damai di lokasi yang sama.

Ratih dan Damai mengatakan telah menyerahkan gambar posting Ade Armando dan Mario Ono sebagai bukti.

“Saya nggak tahu itu siapa Mario Ono. Biarlah nanti penyidik yang cari ini akun siapa atau siapa si Mario Ono ini,” ucap Damai.

Laporan Ratih diterima Bareskrim Polri dengan Nomor Polisi TBL/III2/XII/2017 tertanggal 28 Desember 2017. Sedangkan laporan Damai diterima dengan nomor TBL /IIII/XII/2017 tertanggal 28 Desember 2017.

Atas perbuatannya, Ade dan Mario diduga telah melanggar tindak pidana Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 156 KUHP tentang SARA sebagaimana dalam UU ITE.