Kriminal

Polisi Tetapkan 3 Emak-emak Kampanye Hitam Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko /Foto: Dony Indra Ramadhan

Polisi menetapkan tiga emak-emak di Karawang sebagai tersangka dugaan kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Jokowi-Ma’ruf Amin. Ketiganya kini ditahan di Mapolres Karawang, Jawa Barat.

“Tepatnya sejak tanggal 25 Februari 2019 kemarin kita menetapkan ketiganya sebagai tersangka dan statusnya naik dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko di Polda Jabar, Bandung, Selasa (26/2/2019).

BACA JUGA: Polisi Amankan Perempuan Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi-Ma’ruf

Ketiga tersangka, yakni ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang. Mereka ditangkap Minggu (24/2) sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Karawang. Penangkapan itu terkait dengan beredarnya video dugaan kampanye hitam yang dilakukan ketiganya.

Menurut Truno, ketiganya dipindahkan dari Mapolda Jabar ke Karawang karena locus delicti atau lokasi kejadian di Polres Karawang.

“Untuk penahanan dilakukan di Polres Karawang, penyidikan juga di Karawang. Namun tetap di-back up oleh Polda Jabar,” katanya.

Pemindahan itu menurut Trunoyudo dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan dalam hal ini saksi-saksi lain.

BACA JUGA: Polisi Amankan Perempuan Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi-Ma’ruf

Ketiga perempuan tersebut disebut-sebut merupakan relawan Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi (PEPES). Namun, Ketua Umum PEPES Wulan membantahnya. Kata Wulan, ketiganya bukan anggota PEPES.

Sebelumnya, warga Karawang dibuat geger dengan viralnya video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf. Diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Di video yang beredar, dua orang perempuan berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Oleh dua perempuan itu warga diyakini bahwa jika Jokowi kembali terpilih azan akan dilarang dan pernikahan sesama jenis dilegalkan.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan artinya:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Setelah itu nama Citra Wida jadi sorotan. Diduga kuat video berbahasa Sunda itu dibuat dan diunggah oleh perempuan tersebut menggunakan akun @citrawida5 pada 13 Februari 2019.