Uncategorized

Polisi Tegaskan Video Habib Umar bin Hafidz Ditangkap Densus 88 Hoax, Ini Faktanya

Jurnalindonesia.co.id – Polisi memastikan kabar yang menyebut bahwa Al Habib Umar Bin Hafidz ditangkap oleh Densus 88 adalah bohong alias hoax.

Kabar tersebut bermula dari tersebarnya sebuah video yang menampakkan Habib Umar keluar dari Masjid Islamic Center, Samarinda, disertai pengawalan polisi.

Video itu viral sejak Sabtu (13/10) kemarin. Di akun Facebook ‘Valeria Donna Donovan’, video berdurasi 2 menit itu disertai tulisan ‘Habib Umar ditangkap di Samarinda ketika sedang ceramah’.

Tak hanya di Facebook, video itu juga menyebar di Youtube. Salah satunya diunggah di akun Macan Allah.

Dalam video tampak Habib Umar dikawal sejumlah aparat bersenjata laras panjang.

Habib Umar saat itu baru saja mengisi tausiah di acara tablig akbar di Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kamis (11/10/2018). Selain itu dia juga mengisi ceramah di Masjid Islamic Center, Samarinda, dan menunaikan ibadah salat Jumat pada keesokan harinya.

Dalam video yang beredar, Habib Umar terlihat keluar dari dalam masjid dengan pengawalan polisi berseragam lengkap rompi anti peluru dan bersenjata laras panjang. Dia berjalan dari masjid ke mobil putih di tempat parkir.

Tampak masih banyak sekali jemaah yang ada di lokasi.

Pengawalan pada Habib Umar tersebut menimbulkan anggapan bahwa ulama ternama kelahiran Yaman itu ditangkap oleh Densus 88.

https://youtu.be/6huFiVuay6M

Namun pihak panitia tablig akbar membantah kabar tersebut. Habib Hasyim Bin Abdullah bin Syekh Abu Bakar Bin Salim selaku ketua panitia tablig akbar menegaskan, aparat keamanan memang sengaja didatangkan untuk memberi pengamanan pada Habib Umar.

Menurut Habib Hasyim, hal itu dilakukan karena ada ribuan jemaah yang ingin bersalaman dengan Habib Umar.

“Kita memang sebelumnya berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan, mulai dari kedatangan hingga kepulangan. Pengamanannya memang menggunakan persenjataan lengkap,” kata Habib Hasyim, seperti dilansir Tribun Kaltim.

Habib Hasyim menegaskan bahwa kabar yang menyebut Habib Umar Bin Hafidz ditangkap Densus 88 tidaklah benar.

“Jadi kabar Al Habib Umar Bin Hafidz ditangkap itu tidak benar,” ujarnya.

Al Habib Umar Bin Hafidz

Al Habib Umar Bin Hafidz saat memimpin Tablig Akbar di stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kamis (11/10/2018) malam. (Foto: Tribun Kaltim/Nevrianto HP)

Menurutnya, video dan informasi bahwa Habib Umar ditangkap Densus 88 bukan berasal dari wilayah Kaltim.

“Video bukan dari kita, bukan dari Kaltim, diedarkan oleh seseorang dari Sumedang (Jawa Barat). Saat ini Al Habib Umar di Jakarta, beliau aman, beliau bergembira, insyallah berkahnya besar,” ucap Hasyim.

Sementara itu Wakapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono, menjelaskan bahwa kepolisian memang menerjunkan pengamanan pada Habib Umar. Setidaknya, kata dia, ada 450 personel gabungan yang diturunkan.

Personel gabungan pengamanan Habib Umar terdiri dari Polresta Samarinda, Brimob Polda Kaltim, TNI dan Satpol PP.

“Itu memang proses pengamanan, tidak benar itu ditangkap,” tegasnya.

Dedi pun memastikan kepolisian akan menindaklanjuti pihak-pihak yang memelintir informasi dan video mengenai Habib Umar tersebut.

“Akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.