Kriminal

Polisi Sebut Ada Ormas di Balik Penyebaran Berita Hoaks Ulama dan PKI

Ilustrasi: terakopi.com

Jurnalindonesia.co.id – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membentuk tim khusus untuk memburu para pembuat dan penyebar berita hoaks terkait penyerangan tokoh agama dan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ada belasan informasi menyesatkan yang telah diselidiki oleh aparat. Dari belasan informasi tersebut polisi menduga ada organisasi tertentu yang sengaja memproduksi dan menyebarluaskannya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M. Iqbal menyatakan, saat ini tim khusus tersebut telah bergerak memburu para pelaku pembuat dan penyebar kabar bohong di dunia maya. Tim ini dibentuk setelah banyaknya beredar soal penyerangan terhadap ulama di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Dari 18 kasus yang kita ungkap ada enam yang ditahan. Doakan saja kita bisa merangkai. Ada setting, dan tapi yang harus dicatat tidak semua kejadian ini jangan berasumsi terlalu liar. Beberapa kasus betul-betul spontan. Dari data sementara ini kita mendalami ada beberapa hoaks yang disengaja dilempar untuk kasus-kasus yang spontan ini,” ujar Iqbal ditemui di sela acara Silahturahmi Keluarga Besar Persis, di Lapangan Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Sabtu (24/2), dikutpi Kumparan.com.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M. Iqbal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen M. Iqbal.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak percaya begitu saja dengan informasi yang belum jelas faktanya.

“Masyarakat kita imbau tetap tenang tidak usah khawatir. Kita sedang melakukan langkah-langkah kepolisian. Apakah ini spontan terus direkayasa atau ada motif-motif lain,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengaku pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku penyeberan berita bohong yang berada di wilayah Jawa Barat.

“Jumlah berita 13 hoaks. Dari 13 hoaks ini, belasan orang sudah diperiksa. Mereka tidak ditahan. Karena ancamannya tidak lebih dari dua tahun,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan, Umar mengatakan, ada dugaan keterkaitan ormas tertentu dengan beredarnya informasi sesat tersebut. Menurut analisis penyidik, penyebaran hoaks di Jawa Barat ini terorganisir dan sengaja dilempar ke publik.

“Kita sudah tahu bahwa manusia-manusia ini platnya inilah. Plat-plat ini katakanlah dari 13 titik ini udah ada lima dari plat ini. Kalau dari 13 udah 5 berarti sudah 40 persen lebih. Nah, nanti dari 40 persen ini kita tanya ke bos-bosnya, eh lu ada kebijaksanaan enggak? Tapi dari sistem kita ada yang nyuruh. Buktinya apa? Dia ketua kecamatan kok. Dia ketua DPC kok. Nanti sistemnya lari ke sana,” ujar Umar.

Meski demikian, Umar masih enggan menyebutkan nama organisasi di balik menyebarnya informasi tersebut. Namun, ia berjanji kepolisian akan membuka hal ini ke publik.

“Yang kita analisis oleh Mabes Polri siapa ini. Atasnya ormas. Yang bilang ini nanti Kapolri,” ucapnya.