Kriminal

Polisi Jemput Firza Husein di Rumah?

Rumah Firza Husein di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur dijaga beberapa pria

Jurnalindonesia.id – Tersangka kasus makar Firza Husein dikabarkan dijemput polisi di rumahnya, Selasa (31/1/2017) siang.

Firza sebelumnya telah ditangkap pada 2 Desember 2016 bersama sejumlah tersangka lainnya karena diketahui sebagai salah satu pemegang dana kasus dugaan makar, namun ia tidak ditahan.

Pantauan di kediaman Firza, sejumlah pria tampak menjaga rumah Firza di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Rumah tersebut bercat pink pucat dengan pagar putih.

Saat dikonfirmasi terkait penangkapan Firza Husein, Wadirkrimsus Polda Metro Jaya AKBP Akhmad Yusep mengaku belum mengetahuinya. “Enggak tahu, saya masih rapat,” ujar Akhmad Yusep.

Firza Husein merupakan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana. Dia pernah ditangkap setelah penyidik memiliki bukti keterlibatan Firza dalam rencana makar pada 2 Desember 2016. Firza tidak sendiri ditangkap, ada beberapa aktivis lain yang ikut diamankan polisi, namun tidak ditahan.

firza

Di mata tetangganya, Firza bukanlah orang yang gemar bergaul dengan tetangga. Menurut istri ketua RT 03 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, rumah itu dimiliki Husein, ayah Firza.

“Saya saja (di sini) dari (tahun) ’84, dia antara 20-25 (tahun) kayaknya. Tapi enggak pernah kumpul sama kita,” kata Suwarni.

Keluarga Husein, termasuk Firza, dikenal sebagai orang yang tertutup meski tetap ramah pada tetangga. Minimnya interaksi dengan orang sekitar bahkan membuat Suwarni tidak tahu banyak soal tetangga, bahkan ia tidak tahu kapan Firza ada di rumah.

“Enggak tahu lagi ke rumah mamanya, apa kerja, apa ke luar negeri,” kata dia.

Kondisi rumah Firza Husein disebutnya selalu tertutup. Bila ada urusan RT, misalnya soal sumbangan, ada asisten rumah tangga yang membukakan pintu atau menjadi perantara dengan tuan rumah.

“Memang susah buka pintu, yang buka biasanya pembantu, kalau butuh kasih surat ya dikasih ke pembantu,” kata dia seperti dilansir Antara.

Suwarni mengatakan, keluarga Firza juga tidak pernah sekalipun mengadakan acara di rumah yang mengundang para tetangga. Sebagai tetangga, ia juga tidak tahu kehidupan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana itu, soal pekerjaan atau keluarga.

Catatan keluarga di RT tersebut hanya meliputi orangtua Firza. Ia tidak tahu persis apakah Firza –yang dikabarkan janda– punya saudara kandung, berapa anaknya atau sudah bersuami lagi atau belum.

“Pernah dulu waktu dia belum kerja dan nikah, saya jualan buah dan dia suka beli. Pernah sesekali mengobrol, lama dia tidak ada, tahu-tahu punya suami,” ujarnya.

Terakhir kali mereka bertemu berpapasan secara tidak sengaja di RS Haji, Jakarta Timur yang tidak jauh dari rumahnya. “Desember kemarin, enggak tahu dia kontrol atau apa,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan tidak ada aktivitas mencurigakan di kediaman Firza Husein terlepas dari beredarnya berita soal dugaan makar beberapa waktu lalu. “Di rumah sini enggak ada kegiatan apa-apa, setahu saya di sini adem-adem saja,” Suwarni memungkas.