Kriminal

Polisi Buru Wanita Berinisial TM Konseptor Konten-konten Grup MCA

The Family Muslim Cyber Army.
Penangkapan tersangka dari kelompok penyebar ujaran kebencian di grup aplikasi Whatsapp The Family Muslim Cyber Army. (Foto: suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Jurnalindonesia.co.id – Saat ini polisi masih memburu beberapa anggota inti grup ‘Muslim Cyber Army (MCA)’ yang masih bersembunyi.

Salah satunya seorang perempuan berinisial TM yang juga menjadi anggota grup WhatsApp, “The Family MCA”.

“Yang belum tertangkap ada yang inisial TM, dia wanita. Sebagai konseptor dan member grup Family MCA,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

TM, menurut Fadil, adalah otak di balik konten-konten yang diproduksi MCA. Grup inti tersebut bertugas mengatur dan merencanakan berita untuk diviralkan secara struktur.

Baca: 14 Orang Pentolan Grup “The Family MCA” Sudah Ditangkap Polisi

Sejumlah konten yang pernah diviralkan MCA antara lain soal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penganiayaan ulama, hingga penghinaan tokoh-tokoh negara.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran. (Foto: Kompas/Ihsanuddin)

Untuk menjadi anggota inti di The Family MCA, anggota kelompok MCA United yang jumlahnya ratusan ribu orang harus melalui tahapan seleksi dan memenuhi kualifikasi tertentu, antara lain calon anggota harus memiliki keahlian menggunakan perangkat komputer dan ‘menggoreng’ isu ke media sosial.

“Dia harus bisa memproduksi (muatan ujaran kebencian, red), visi misi, dan punya kemampuan komputer,” kata Fadil.

Setelah lulus seleksi, kelompok MCA ini kemudian melakukan pembaiatan kepada anggotanya.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka harus dibaiat untuk masuk ke grup inti,” ujar Fadil.

Berdasarkan hasil identifikasi kepolisian, ada ratusan anggota yang sudah bergabung di beberapa grup kecil dalam jaringan kelompok MCA.

Untuk TM sendiri, Fadil mengatakan, kemungkinan dia telah mengganti nama akun media sosial untuk bisa lari dari kejaran polisi. Meski demikian, polisi memastikan dengan mudah menemukannya.

Fadil pun mengimbau agar TM menyerahkan diri saja.

“Kepada TM dan kawan-kawan, kalau masih mau bermain, silakan. Tapi saya mengimbau supaya menyerahkan diri dengan enam orang kawannya yang lain,” kata Fadil.

Baca: Ramai-ramai Ubah Nama Grup Setelah The Family MCA Diberangus

Loading...