Ekonomi dan Bisnis

Polemik Lahan Prabowo yang Luasnya 5 Kali Jakarta

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke gedung KPU RI untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden-calon presiden pada Pilpres 2019, Jumat (10/8/2018).(Kompas/David Oliver Purba)

Capres Prabowo Subianto mengakui dirinya menguasai lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah. Hal itu pun kemudian menjadi polemik.

Persoalan lahan yang dikuasai capres nomor urut 02 itu terungkap pada saat debat kedua pada Minggu (17/2) malam. Sang rival, capres petahana Joko Widodo (Jokowi), mengungkap soal penguasaan lahan tersebut.

Jokowi menyinggung penguasaan lahan itu saat menjawab soal pembagian sertifikat tanah yang kerap dilakukannya. Prabowo ketika itu menyindir apa yang dilakukan Jokowi berdampak pada tiadanya lahan bagi anak-cucu kelak.

“Kita tidak memberikan kepada yang gede-gede,” ucap Jokowi.

“Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220 ribu hektare, juga di Aceh Tengah 120 ribu hektare. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya,” lanjutnya.

Melihat Bisnis Prabowo Subianto di Kaltim dan Aceh

Lahan dengan total luas 340 ribu hektare itu jika dibandingkan dengan DKI jakarta maka luasnya kurang lebih 5 kali lipatnya. Adapun luas Provinsi DKI Jakarta hanya 662,33 kilometer persegi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara luas lahan yang dimiliki Prabowo, yakni 340 ribu hektare, sama dengan 3.400 km2 (1 hektare setara dengan 0,01 km2).

Jika 3.400 km2 dibagi dengan luas jakarta yang sebesar 662,33 km2, hasilnya 5,13. Artinya, lahan yang dikelola Prabowo setara dengan lima kali luas DKI Jakarta.

Prabowo menjelaskan bahwa tanah yang dimilikinya itu berstatus HGU (hak guna usaha). Karena itu, lanjut dia, tanah tersebut bisa sewaktu-waktu diambil negara.

Prabowo pun beralasan, akan lebih baik jika tanah tersebut dikelola dirinya. Sebab, dia mengaku tidak rela jika tanah itu jatuh ke tangan asing.

“Tapi adalah HGU. Adalah milik negara. Jadi setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela mengembalikan itu semua. Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya yang kelola. Karena saya nasionalis dan patriot,” kata Prabowo.

Hal senada disampaikan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon. Menurut Fadli, sudah sepantasnya lahan itu dikelola oleh Prabowo daripada dikuasai asing.

“Jadi kita bersyukur bahwa itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Jadi Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa. Coba bayangkan yang tidak terselamatkan yang kemudian jatuh ke tangan asing,” kata Fadli.

Baca: Soal Lahan Ratusan Ribu Hektar, Fadli: Bersyukur Jatuh ke Prabowo daripada ke Asing

Penguasaan lahan oleh Prabowo itu pun menuai kecaman dari berbagai pihak. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut Prabowo tak layak lagi menggembar-gemborkan soal kesenjangan sosial lantaran masuk dalam segelintir orang yang menguasai kekayaan negara seperti yang selama ini eks Danjen Kopassus itu gembar-gemborkan.

“Selama ini Pak Prabowo bicara soal kesenjangan sosial, terakumulasinya 1 persen termasuk aset tanah dan kekayaan hanya di 1 persen rakyat Indonesia saja. (Ternyata) Pak Prabowo bagian dari 1 persen orang superkaya yang kuasai aset negara,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni, kepada wartawan, Senin (18/2/2019).