DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Pengamat Sebut Kebijakan Pemprov DKI di Tanah Abang Terkesan Main-main

Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL)
Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, yang ditutup untuk menampung pedagang kaki lima (PKL), Jumat (22/12/2017). (Foto: tirto.id/Andrey Gromico)

Jurnalindonesia.co.id – Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio menilai, kebijakan penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Pemprov DKI tidak didasarkan pada perencanaan yang matang. Bahkan Agus menyatakan, buka-tutup Jalan Jatibaru Raya depan Stasiun Tanah Abang terkesan main-main.

“(Buka-tutup Jalan Jatibaru Raya) karena nggak matang perencanaannya. Bagaimana mau konsisten, sudah begitu orang protes kan. Nah kalau sudah diprotes mau diapain? Ya sudah batalin. Jadinya kan kesannya main-main,” kata Agus kepada detikcom, Jumat (3/2/2018).

Agus pun mempertanyakan mengapa kebijakan yang diambil Pemprov tersebut hanya berfokus pada para pedagang kaki lima (PKL), sementara aspek integrasi antar moda tranportasi justru terabaikan.

“Sebetulnya kan, idenya itu membangun konektivitas transportasi di seputar kawasan Tanah Abang. Tapi kan di bawahnya digiringnya ke masalah PKL. Saya nggak tahu ada yang iseng apa nggak. Tapi kan itu yang terjadi,” ucap Agus.

Baca juga: Ikut-ikutan Tanah Abang, PKL di Sudirman Gelar Dagangan di Trotoar

Agus mengaku sudah memberikan sejumlah saran ke Kepala Dinas Perhubungan DKI, Andri Yansyah, mengenai penataan kawasan Tanah Abang. Agus menyarankan, Dishub DKI musti membuat pengalihan rute angkutan kota untuk jangka panjang.

“Nggak bisa sepotong-sepotong. Harus semuanya. Kalau itu kan cuma sekitar jalan Jatibaru saja. Muter ke sana. Itu makanya saya bilang di-rerouting semua angkutan umum di Jakarta dengan mengantisipasi 20 tahun mendatang. Jadi MRT di mana, itu harus ditata. Nggak ada penataan kota dalam hitungan hari di seluruh dunia, nggak ada,” kata Agus.

Baca juga: Giliran Pedagang Kawasan Pasar Asemka Minta Dibuat seperti Tanah Abang

Pemprov DKI akhirnya kembali membuka Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat untuk angkutan kota (Angkot). Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan antara Pemprov DKI dengan perwakilan sopir angkot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Angkot hanya diperbolehkan melintas di satu ruas jalan saja, yakni di depan Stasiun Tanah Abang. Pasalnya, satu ruas lagi akan tetap digunakan pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

Sementara kendaraan pribadi tetap tidak diperbolehkan melintas.

“Mulai pukul 15.00-08.00 semua rute (angkot yang) melalui depan Stasiun Tanah Abang dan blok A dapat dilalui angkot kecil. ( Angkot) trayek JP 03, JP 03A, M 08, dan M 10,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan ini dilakukan selama masa transisi menuju OK Otrip. Kebijakan yang dimaksud dengan mengatur waktu operasional transjakarta Tanah Abang Explorer dan angkot Tanah Abang.

Baca: Sopir Angkot Tanah Abang Sepakat Ikut OK Otrip