Nasional, Uncategorized

Pengamat Nilai Sosok Seperti Ahok Cocok Jadi Ketua Umum PSSI

Jurnalindonesia.co.id – Pergantian pucuk kepengurusan PSSI kembali ramai digaungkan pasca kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Edy Rahmayadi, sang Ketua Umum PSSI, kembali didesak mundur dari jabatannya.

Yang tak kalah menarik perhatian, sebagian warganet mengajukan nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai figur yang cocok untuk menggantikan Edy.

Mereka menilai, keberhasilan Ahok dalam memerangi korupsi dan membawa banyak perubahan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa jadi modal kuat untuk memajukan persepakbolaan di Tanah Air.

Namun, menurut pengamat sepak bola nasional Tommy Welly, ketegasan dan integritas tinggi belumlah cukup untuk membenahi karut-marut sepakbola Indonesia.

Integritas, kejujuran, dan keadilan dalam sepak bola Indonesia, kata Tommy Welly, merupakan penyakit yang kini tengah mewabah di sepak bola Indonesia, baik di dalam kompetisi maupun di kepengurusan organisasi.

Terlepas dari itu semua, Tommy Welly mengakui Ahok merupakan sosok yang cocok untuk menempati posisi Ketua Umum PSSI karena integritasnya.

“Kalau yang dikumandangkan sosoknya Ahok, sosok yang punya integritas, itu klop, tepat. Sepak bola Indonesia butuh pemimpin yang omongan dan tindakannya sama,” kata pria yang akrab disapa Towel itu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).

“Tapi juga harus dipikirkan latar belakang sepak bolanya. Karena biasanya dalam konteks pencalonan Ketua Umum PSSI, sosok calon ketua umum harus terlibat aktif di persepakbolaan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jadi itu harus dipikirkan,” imbuh Towel.

Baca juga: Tak Mau Mundur, Edy Rahmayadi Berdalih Sedang Melindungi PSSI

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (Foto: medcom.id/Riyan Ferdianto)

Diketahui, Ahok memang belum pernah terlibat secara aktif di dunia persepakbolaan.

Selain itu, lanjut Towel, untuk memperbaiki moral organisasi sepak bola Indonesia, tidak hanya dibutuhkan perubahan dari sisi pimpinannya saja. Tapi juga perubahan secara besar-besaran di kalangan Komite Eksekutif (Exco) melalui pergantian dengan sosok yang sama-sama memiliki integritas tinggi seperti pimpinannya.

“Karena semua ketidakjujuran, tidak adanya integritas itu sudah dipahami oleh lingkungan kepengurusan PSSI sekarang. Artinya mereka paham selain ketua, exco dan lainnya juga harus diganti dengan sosok yang punya integritas yang sama dengan pemimpinnya.”

“Mohon maaf, kalau misalnya masih ada pentolan, tokoh-tokoh yang selama ini begitu dominan seperti Joko Driyono, dalam momen tertentu di isu-isu utama dia tidak bicara apa-apa seperti kasus suporter meninggal dan rumor pengaturan skor,” ujar Towel.

Menurutnya, mental kepengurusan PSSI harus dirombak. Tak hanya posisi pemimpin yang membutuhkan sosok Ahok, sejumlah posisi kunci di PSSI juga harus diisi orang-orang yang memiliki integritas seperti Ahok.

“Jadi tidak hanya ketuanya yang diganti, tapi juga posisi-posisi kunci lainnya. Tidak cukup seorang Ahok, tidak cukup hanya Edy yang diganti,” ucapnya.

Baca juga: Ditanya Soal Rangkap Jabatan PSSI dan Gubernur, Edy Rahmayadi Semprot Aiman: Apa Urusan Anda?

Munculnya nama Ahok dalam wacana pergantian Ketum PSSI juga mendapat tanggapan dari salah satu anggota Exco PSSI, Gusti Randa. Menurutnya, hal itu tidak relevan dan tak masuk akal.

“Bukan sekadar soal ketegasan. Tapi soal pengetahuan dan integritas mengenai organisasi. Kacau nalar yang melibatkan nama Ahok untuk menggantikan posisi Edy jadi Ketua Umum PSSI.”

“Kalau muncul nama Erick Thohir itu masih masuk akal, ada kaitannya sama-sama di olahraga dan dia punya pengalaman urus klub. Kalau Ahok, jauh. Saya rasa hanya isu yang tak perlu dibesar-besarkan,” ujar Gusti Randa.

Diketahui, Ahok saat ini masih berada di tahanan karena kasus penodaan agama pada kampanye pemilihan Gubernur DKI pertengahan tahun 2018. Mantan suami Veronica Tan itu baru akan bebas hukuman pada Februari 2019 mendatang.

Loading...