DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Penataan Tanah Abang Tak Kunjung Beres, M Taufik Minta Sopir Angkot Bersabar

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik saat melakukan kunjungan ke kawasan Tanah Abang
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik saat melakukan kunjungan ke kawasan Tanah Abang, Sabtu ( 20/1/2018) siang. (Foto: Tribunnews.com/Rina Ayu)

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, angkat bicara terkait protes dari para sopir angkot Tanah Abang soal penataan Tanah Abang. Taufik meminta para sopir untuk bersabar.

“Ketika ada yang melakukan protes atas penutupan, tanya sebabnya apa? Pertama dari sopir income-nya kurang, dari sopir dikasih sama Pak Wagub (Sandiaga Uno), oke, income-nya dijamin oleh OK OTrip. Setelah itu muncul lagi ‘oh Pak kurang yang ikut’, yah sabar gitu lho, ada tahapannya. Wakil Gubernur kan bukan Jinny oh Jinny, terus semuanya kelar,” kata Taufik kepada awak media di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

Mengenai instruksi gubernur (ingub) terkait penataan Tanah Abang yang diterbitkan setelah penutupan Jalan Jatibaru, Taufik menilai hal itu tidak masalah. Sebab penataan Tanah Abang masih akan melewati proses evaluasi.

“Nggak apa-apa kan namanya evaluasi terus menerus dilakukan,” ucapnya.

Dalam ingub tersebut, tidak ada disebutkan secara khusus tentang penutupan Jalan Jatibaru. Meski demikian, Taufik menyebut penutupan jalan Jatibaru masuk dalam ingub soal penataan Tanah Abang.

“Itu kan ada diskresi gubernur, masa gubernur nggak boleh kasih diskresi. Saya kira penaataan itu ada di dalamnya itu, dan nggak mungkin masa dalam penataan Tanah Abang ditutup sementara, kan nggak,” kata Taufik.

Baca juga: Somasi Tak Digubris, Sopir Angkot Tanah Abang Gugat Anies ke PN Jakpus

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI, Kamis 15 Maret 2018. (Foto: Indra/detikcom)

Selain itu, Taufik juga meminta semua pihak berimbang dalam menilai penataan Tanah Abang. Menurutnya, keuntungan bagi warga akibat penataan itu juga tak boleh dinafikan.

Taufik menceritakan saat menemui seorang pedagang yang diuntungkan dalam penataan Tanah Abang. Sebelum penataan, lanjut Taufik, pedagang tersebut kerap ‘kucing-kucingan’ dengan Satpol PP.

“Pak saya 15 tahun kejar-kejaran sama satpol pp, saya nyari buat kehidupan, bukan buat kayak sekarang, saya alhamdulillah bisa sekolahin anak, income-nya bagus sudah’,” ujar Taufik menirukan ucapan pedagang tersebut.

Diketahui, penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) diberlakukan pada Desember 2017. Namun ingub soal penataan itu baru terbit dan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 6 Februari 2018.

Baca juga: Tanah Abang Bermasalah, Sandiaga Akui Terburu-buru karena Didorong Netizen