Nasional, Uncategorized

Pemuda Muhammadiyah: Video Dahnil Dihadang Paspampres Adalah Hoax

Jurnalindonesia.co.id – Beredar sebuah video pendek yang memperlihatkan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, seolah-olah dihadang Paspampres saat hendak masuk area Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah di UMY, Bantul.

“Barusan dapat info, Dahnil Anzar dkk (pendukungnya) dilarang Paspampes masuk ke arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jogja, yg siang ini dihadiri Jokowi. Ohlala….makin lucu (atau ngawur?) negeri ini. Ada kegiatan, yg punya hajat kok malah dilarang mengikuti acara gara2 tak sekubu dg presiden. Dunia sdh terbolak balik,” demikian keterangan yang tertulis di video tersebut.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa keterangan dalam potongan video tersebut tidak benar alias hoax.

“Hoax kalau infonya Dahnil dilarang masuk lokasi muktamar karena ada Jokowi, yang membuka pun JK (Jusuf Kalla) dan bukan Jokowi,” kata Iwan kepada detikcom, Selasa (27/11/2018).

Baca: Klaim Dahnil Soal Dana Kemah: Tidak Tahu dan Tidak Pernah Tanda Tangan LPJ

Iwan menjelaskan kronologi kejadian sebenarnya. Menurutnya, peristiwa yang terjadi dalam potongan video viral tersebut adalah pada saat sebelum pembukaan Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah di UMY, Senin (26/11) kemarin. Saat itu, peserta muktamar memang dihadang Paspampres.

“Dimulai dari aturan Paspampres yang melarang HP dan tas masuk lokasi pembukaan yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, bukan Jokowi. Peserta dan penggembira protes dengan aturan itu, terkhusus dilarang bawa HP,” ujarnya.

Namun peserta dan penggembira muktamar tetap kukuh membawa tas dan HP. Akhirnya terjadi perselisihan antara Paspampres yang mengamankan kedatangan JK dengan peserta muktamar.

“Karena yang protes ribuan, Dahnil Anzar dan panitia lokal menenangkan peserta dan penggembira. Lalu terjadi negosiasi dengan Paspampres. Akhirnya HP dan tas boleh dibawa masuk,” pungkasnya.

Berikut videonya:

Baca juga: Eko Pernah Berusaha Mengadu ke Jokowi Soal Rumah Malah Dikejar Paspampres