Politik

Pembelaan Diri Fadli Zon Soal Foto di Makam Karl Marx yang Kembali Viral

Fadli Zon di makam Karl Marx
Fadli Zon di makam Karl Marx. (Foto: Istimewa)

Jurnalindonesia.co.id – Menjelang peringatan gerakan 30 September (G30S), foto ziarah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke makam Karl Marx kembali jadi perbincangan.

Menanggapi tentang foto lama tersebut, Fadli mengakui dirinya pernah ziarah ke makam Karl Marx pada tahun 2003. Meski demikian, dia menegaskan dirinya antikomunis.

Fadli pun mengatakan, tak hanya Karl Marx, dia juga pernah berziarah ke makam tokoh-tokoh komunis dunia lainnya seperti Vladimir Lenin dan Mao Zedong. Fadli bahkan mengaku pernah ke rumah kelahiran Josef Stalin.

“Memang pernah ziarah me makam Karl Marx, Lenin, Mao, bahkan ke rumah kelahiran Stalin. Saya baca buku-buku mereka karena S1 saya studi Rusia. Tapi saya #antikomunis,” tegas Fadli di akun Twitternya, Minggu (30/9/2018).

Foto Fadli Zon muda membawa bunga di depan makam Karl Marx sebenarnya sudah beredar sejak 2014 lalu. Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan, dia berziarah bukan berarti kagum dengan pencetus paham Marxisme tersebut.

“Kalau saya ziarah nggak harus kagum. Saya malah banyak mengkritisi. Karena teori-teori dia banyak yang gagal. Jadi cuma ziarah saja buat pengetahuan. Hobi itu,” kata Fadli usai menjadi pembicara di salah satu simposium di Jakarta, Kamis (2/6/2016) silam.

“Saya ini hobinya ziarah, ziarah ke semua tokoh-tokoh bangsa dari kiri ke kanan. Nabi-nabi semua saya ziarahin. Jadi saya sudah ziarahin Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, termasuk saya menziarahi Bethoven, Karl Marx, Lenin,” lanjutnya.

Baca juga: Fadli Zon Sebut 51% Saham Freeport Dikuasai RI Cuma Pencitraan

Foto: dok. Twitter Fadli Zon

Beberapa waktu lalu, Fadli bahkan menceritakan kisah unik terkait ziarahnya ke makam Karl Marx. Menurutnya, saat itu dia janjian dengan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko untuk mampir ke kuburan ’embahnya’ komunisme itu.

“Ada cerita yang lucu karena waktu saya datang ke situ harusnya janjiannya sama Budiman Sudjatmiko. Tapi waktu itu meleset, akhirnya saya sama teman saya kuliah dari London School of Economics (LSE) juga,” tutur Fadli kepada detikcom di Hotel Mercure, Palu, Jumat, 27 Juni 2014 silam.

Budiman kala itu juga kuliah di London, tepatnya di University of London.

“Kita datang sore-sore. Ternyata harus bayar 2 Poundsterling ke makam itu. Jadi saya bercanda, Karl Marx ini sebenarnya bukan komunis tapi dia seorang kapitalis karena sampai matinya pun kita harus bayar 2 pound untuk kunjungin makamnya. Itu joke-nya,” kata Fadli dengan tertawa.

Diketahui, di dekat makam Karl Marx ada makam filsuf liberal Herbert Spencer.

“Jadi joke-nya juga jangan-jangan di sinilah ide Mark & Spencer itu,” candanya merujuk merek fashion terkenal.

Baca juga: Bersama Fadli Zon, Buni Yani Akan Bentuk Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Era Jokowi

Fadli tak menutup-nutupi ziarah ke makam Karl Marx tersebut. Anak buah Prabowo Subianto ini mengaku memang hobi berziarah dan salah satunya ziarah ke makam pemikir ‘sosialisme ilmiah’ itu.

“Intinya sebenarnya itu kan orang-orang yang membuat sejarah apapun latar belakangnya,” jelasnya.

Lantas, bagaimana janjiannya dengan Budiman Sudjadmiko tersebut batal? “Waktunya saja yang enggak cukup. Kita kan sering ngopi di Inggris,” pungkasnya.