Uncategorized

PA 212 Minta MUI Rekomendasikan Pemerintah Bubarkan PSI

Jurnalindonesia.co.id – Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sebagai rekomendasi pemerintah membubarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Politikus Partai Amanat Nasional itu mengatakan, PSI sangat berbahaya mengingat langkah partai pimpinan Grace Natalie yang menolak Peraturan Daerah atau Perda berlandaskan agama.

“MUI harus merekomendasikan kepada pemerintah untuk membubarkan PSI. Karena MUI penjaga agama di negeri ini dalam konteks umat Islam. Sementara, ada partai yang menyerang kami,” kata Eggi.

Baca Juga: PA 212: Rezim Jokowi Juara Mengekang Kebebasan Berekspresi

Eggi menilai, PSI tidak mengerti strukur hukum di Indonesia yang menjunjung hukum tertinggi yaitu UUD dan Pancasila. Sementara di dalam Pancasila sila pertama berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Tuhan Yang Maha Esa dimaksud adalah Allah, lihat mukadimah UUD yakni berkat rahmat Allah dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dasar negara ini adalah tuhan dan yang dimaksud adalah Allah, dan Allah itu punya hukum adalah Islam,” kata dia.

Pembentukan UU tingkat nasional adalah presiden dan DPR. Sementara di provinsi adalah gubernur dan seterusnya hingga bupati dan wali kota.

“Jadi tolong, partai ini enggak layak berkembang, karena menentang Pancasila dan UUD. PSI tidak mengerti struktur hukum di Indonesia. Makanya dengan tidak mengerti, jadi ngaco. Maka dia tidak layak tumbuh berkembang partai ini. Ini sama saja seperti PKI,” tegas dia.

Baca Juga: Eggi Sudjana: Siapa yang Membuat Kita Miskin, Presiden atau Allah?

Sebelumnya, dalam acara milad PSI, Minggu lalu, 11 November 2018, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyampaikan soal tujuan utama bila lolos ke parlemen secara terbuka di hadapan ribuan kader. Salah satu tugas utama kadernya jika berhasil duduk di parlemen, yakni menolak pembahasan perda-perda yang berbau agama.

Alasannya, perda religi dinilai dapat menimbulkan diskriminasi, ketidakadilan, dan tindakan intoleransi terhadap golongan tertentu. Sehingga hal tersebut tak didukung.

Grace menyebut, partainya menolak peraturan daerah yang berlandaskan agama seperti Perda Injil dan Perda Syariah. Ia juga menyinggung, para Anggota DPR saat ini yang boros dan tak mau tahu akan kebocoran anggaran.

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda Syariah,” kata Grace.

Loading...