Nasional

Ormas di Bali Tolak Kedatangan Ustaz Abdul Somad, Hotel Aston Dikepung

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad

Kehadiran Ustaz Abdul Somad di Bali mendapat penolakan dari sejumlah Organisasi Massa setempat. Hingga Hotel Aston Denpasar tempat ustaz menginap sempat menjadi sasaran demonstrasi massa.

Sedianya, Ustaz kelahiran Pekanbaru, 18 Mei 1977 itu akan menjalani safari dakwah di Pulau Dewata, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah di Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro, Denpasar.

Namun, sejak kabar Ustaz Abdul Somad akan mengisi ceramah, sejumlah ormas seperti Gerakan Nasionalis Patriot Indonesia, Perguruan Sandi Murti dan Nahdlatul Ulama (NU) setempat, melakukan penolakan terhadap kedatangannya.

Dikutip dari kbr.id, salah satu yang menolak kehadiran Ustaz Somad adalah Pariyadi alias Gus Yadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.

Menurut Gus Yadi, Ustaz Somad juga kerap mengkafir-kafirkan dan suka mengomentari simbol-simbol agama lain.

Gus Yadi mengatakan sebelumnya, perwakilan ormas Bali sudah meminta agar Ustaz Somad disumpah di bawah Alquran untuk setia pada Pancasila, NKRI, mencium bendera Merah Putih dan tidak menyebut kata-kata kafir dalam ceramahnya. Namun, kata Gus Yadi, permintaan itu ditolak Ustaz Somad.

Menurut Gus Yadi, Ustaz Somad menolak mencium bendera Merah Putih dan lebih memilih untuk meninggalkan Bali.

“Kami dapat informasi dari panitia ternyata dia tidak mau mencium bendera Merah Putih karena dinilai haram. Itu kan statemen khilafah, kelompok yang ingin mendirikan negara Islam,” kata Gus Yadi di Denpasar, Bali, Jumat (8/12/2017).

“Nabi Muhammad tidak ingin negara Islam. Para ulama sudah mendirikan Republik ini, tidak ingin negara Islam. Ini Republik Indonesia.”

“Jadi kita minta Somad dipulangkan hari ini juga. Itu konsekwensi mereka ingkar janji,” ucap Gus Yadi.

Massa berkumpul di depan Hotel Aston Denpasar tempat Ustaz Somad menginap. Mereka berorasi yang intinya menolak kehadiran ustaz berusia 40 tahun itu. Mereka mengkritik gaya ceramah Ustaz Abdul Somad yang dianggap cenderung mengkafir-kafirkan agama lain.

Mereka juga menuding Ustaz Abdul Somad adalah salah satu penyebar ajaran khilafah yang juga terlibat aktif dalam sejumlah gerakan umat Islam seperti Aksi 212 dan lainnya.

“Kalian tidak bisa menghancurkan Bhineka Tunggal Ika di Bali. Jangan sampai kita semua kecolongan. Jangan mengkafir-kafirkan. Orang macam apa kalian itu,” kata orator.

Masa dari sejumlah ormas menolak kedatangan Ustaz Somad di Bali. (foto: kbr.id)

Sementara itu, di dalam hotel tengah terjadi perundingan antara perwakilan demonstran dan panitia pelaksana safari dakwah Ustaz Abdul Somad.

“Sebentar ya mas, kita pertemuan dulu, nanti disampaikan hasilnya,” kata Ustaz Nadlah yang juga tokoh masyarakat Kampung Jawa Denpasar.

Masa dari sejumlah ormas menolak kedatangan Ustaz Somad di Bali.

Selain berdemonstrasi, massa juga melaporkan Ustadz Somad kepada Polda Bali karena ceramahnya dianggap kerap menyinggung agama lain.

Baca selanjutnya: Ustaz Abdul Somad Diperbolehkan dakwah di Bali usai Nyanyi Indonesia Raya

Loading...