Daerah, DKI Jakarta

Mobil Diderek Dishub, Sandiaga Uno Sebut Ratna Sarumpaet Melanggar

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Jurnalindonesia.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga uno menanggapi protes yang disampaikan Ratna Sarumpaet saat mobilnya diderek Dishub.

Sandi menegaskan, apa yang dilakukan oleh Ratna adalah suatu pelanggaran, meskipun masih banyak orang yang melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Ratna Sarumpaet.

“Enggak boleh, itu melanggar. Walaupun derah sini banyak yang parkir sembarangan. Depan rumah saya apalagi, banyak banget itu,” kata Sandiaga di GOR Bulungan, Rabu (4/4/2018), dikutip dari Kompas.com.

Atas kejadian tersebut, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pun berinisiatif untuk segera memberikan sosialisasi mengenai kebijakan parkir di DKI Jakarta.

Selain itu, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun telah menjelaskan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Ratna.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, Ratna melanggar Perda nomor 5 tahun 2014 tentang transportasi.

“Jadi yang mengatakan boleh atau tidak boleh, salah atau tidak salah, itu bukan Kadishub, tapi kata Perda,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (4/4/2018).

Adapun isi Perda yang dimaksud Andri adalah sebagai berikut.

Pada Pasal 62 ayat 3 dalam Perda tersebut, tertulis:

“Terhadap Kendaraan Bermotor yang berhenti atau Parkir bukan pada tempatnya dapat dilakukan penindakan sebagai berikut: a. penguncian ban Kendaraan Bermotor; b. pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas Parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan Kendaraan Bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah; atau c. pencabutan pentil ban Kendaraan Bermotor.”

Tak hanya itu, masih ada dua pasal yang menjelaskan mengapa tindakan Ratna adalah sesuatu hal yang melanggar.

Pada pasal 95 ayat 1 tercantum, pemerintah diperbolehkan melakukan tindakan bagi pelanggar lalu lintas di jalan-jalan tertentu.

Pada ayat 2 ditambahkan pelanggaran apa saja yang bisa ditindak oleh pihak berwenang.

Selain itu, pada pasal 140 juga tertulis ada larangan untuk parkir di badan jalan.

“Setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor dilarang menyimpang kendaraan bermotor di ruang milik jalan.”

Polemik ini muncul berawal dari beredarnya video yang memperlihatkan Ratna Sarumpaet tengah terlibat cek-cok dengan pertugas Dishub DKI Jakarta.

Dilaporkan Kompas.com, Selasa 3 Maret 2018, Ratna waktu itu mengaku sedang berolahraga bersama anaknya di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan.

Ia merasa jika tak ada rambu dilarang parkir di sana, sehingga Ratna memarkirkan mobilnya di tempat itu.

Dan saat tahu mobilnya diderek oleh Dishub, Ratna langsung menelepon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Saya mencoba menghubungi Anies lalu stafnya yang urus akhirnya. Stafnya bilang sekitar jam 10.00 mobilnya bisa diambil,” ujar Ratna.

Setelah kejadian tersebut, akhirnya tepat pukul 11.00 WIB mobil Ratna diantarkan kembali ke rumah Ratna.

Baca: Ratna Telepon Anies, Mobilnya yang Diderek Dipulangkan dan Petugas Dishub Minta Maaf