Politik

Ma’ruf Amin Soal Munajat 212: Saya yang Keluarkan Fatwa 212 kok Gak Diundang?

KH Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin. (Foto: istimewa)

Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif Ma’ruf Amin mempertanyakan kenapa dirinya tak diundang ke acara Munajat 212 yang digelar di Monas pada Kamis (21/2/2019) malam lalu.

Padahal, kata dia, dirinyalah yang menandatangani keluarnya fatwa 212, fatwa yang berisi pernyataan sikap MUI terkait ucapan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung surat Al Maidah ayat 51. Dalam fatwa tersebut MUI menyebut ucapan Ahok memiliki konsekuensi hukum.

“Saya ini kan mendorong 212, yang mengeluarkan lahirnya fatwa 212 dari fatwa saya, tapi kok saya nggak diundang? Berarti 212 yang kemarin, 212 yang lain, bukan sama yang waktu itu saya gerakkan. Beda,” kata Ma’ruf di Hotel Aryaduta Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (24/2/2019).

Acara munajat 212 itu sendiri menjadi sorotan banyak pihak kala Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berpose dua jari saat hendak memasuki panggung. Selain itu, ucapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menyinggung soal pergantian presiden juga mendapat sorotan luas.

Meski menuai pro dan kontra, namun Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menegaskan bahwa acara tersebut tak bermuatan politis.

Sementara Ma’ruf Amin menyerahkan sepenuhnya kepada Bawaslu untuk menyelidiki ada tidaknya unsur kampanye di acara itu.

“Kita serahkan ke Bawaslu saja ada nggak politiknya di situ. Kalau ada politiknya berarti politik. Ada orasi politiknya nggak di situ? Ada nyebut calon presiden nggak? Kalau ada, berarti politik. Kalau tidak memang murni,” kata pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 ini.