Politik

Mars Anies-Sandi Dianggap Jiplak Lagu Rohani Yahudi, Ini Bantahan PKS

Jurnalindonesia.id – Lagu kampanye untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno ramai diperbincangkan. berjudul Ayo Kobarkan Semangat Jakarta itu disebut-sebut menjiplak lagu rohani milik penyanyi Yahudi Gad Elbaz dengan judul Hashem Melech.

Akibatnya, Anies-Sandi menjadi sasaran empuk sejumlah akun di media sosial.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid membantahnya. Hidayat bahkan menganggap hal tersebut sebagai fitnah untuk PKS.

“PKS tak pernah jiplak, itu fitnah terhadap PKS,” kata Hidayat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/4).

Hidayat menegaskan tak semua hal yang berkaitan dengan Anies-Sandi diurus PKS. Ia pun meminta soal kabar menjiplak lagu itu agar langsung ditanyakan kepada Tim Pemenangan Anies-Sandi.

“Tentang jiplak atau tidak. Perlu tanyakan ke rekan-rekan timses Anies-Sandi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, dengan tegas mengatakan bahwa lagu mars Anies-Sandi itu sama sekali tak ada kaitannya dengan lagu Yahudi. Lagu itu adalah lagu milik PKS.

“Yang kami tahu itu lagunya Shoutul Harokah, tim nasyidnya yang salah satunya anggota Sekjen PKS almarhum Taufik Ridho. Jadi enggak ada tuh Yahudi-Yahudian,” ujar Mardani kepada Kumparan.com, Jumat (7/4).

Mardani kemudian menjelaskan soal lirik pada lagu tersebut. ‘Apapun yang terjadi, kami tetap melayani.’ Dan setelah diubah menjadi lagu mars Anies-Sandi, liriknya menjadi, ‘Ayo bersama kobarkan semangat warga Jakarta, Anies-Sandi nomor tiga, Anies-Sandi selalu di hati’.

Politikus PKS ini menilai serangan ini jelas merupakan bentuk kampanye hitam dari kubu lawan. Menurut dia, serangan yang dilancarkan sangat sistematis. Mulai dari spanduk bersyariah, lagu kampanye, serta kriminalisasi Anies-Sandi.

“Ini serangan sistematis. Publik bisa menilai siapa yang agresif menyerang dan siapa yang tidak pernah menyerang. Kita sih normal-normal saja,” ujarnya.

Untuk menangkal serangan ini, Mardani mengatakan tim kampanye sudah gencar melakukan klarifikasi di media sosial. Ia yakin bahwa warga DKI sudah cerdas dalam menanggapi serangan kampanye negatif tersebut.

Bantahan soal tuduhan penjiplakan juga dimuat di situs resmi pasangan Anies-Sandi, Jakartamajubersama.com.

“Tuduhan atau fitnah kembali datang untuk pasangan Anies-Sandi, lagu Ayo Kobarkan Semangat Jakarta Anies-Sandi dituduh jiplak lagu Yahudi,” demikian tertulis keterangan di situs tersebut.

Dalam situs tersebut juga ditegaskan bahwa lagu Ayo Kobarkan Semangat Jakarta Anies-Sandi berasal dari lagu ‘Kobarkan Semangat Indonesia’ yang selalu dibawakan oleh Sekjen PKS 2013-2016, Ust Taufiq Ridho Allahuyarham dan Shoutul Harokah pada kampanye Pileg 2014.

“Tidak mungkin lagu ‘Kobarkan Semangat Indonesia’ menjiplak lagu band Israel, karena lagu ‘Kobarkan Semangat Indonesia’ diterbitkan lebih dulu, yaitu pada April 2014, sedangkan lagu band Israel baru diterbitkan Januari 2016,” demikian bantahan timses Anies-Sandi yang tertulis di laman Jakartamajubersama.com.

Namun, jika dilihat di situs YouTube, lagu ‘Hashem Meleh’ sudah diunggah sejak tahun 2013. Di akun YouTube Gad Elbaz Official, lagu ‘Hashem Meleh’ diunggah pada 27 Januari 2013.

Anies-Sandi menyebut lagu Kobarkan Semangat Indonesia lebih mirip dengan lagu C’est La Vie (Inilah Hidup) oleh Cheb Khaled, pria kelahiran Aljazair, 29 Februari 1960, dan lagu tersebut diterbitkan pada September 2012.

Lebih jauh soal lagu ‘Hashem Meleh’, dikutip dari sejumlah situs lirik lagu, lagu tersebut berarti Tuhan Adalah Raja. Lagunya berisi puji-pujian terhadap Tuhan agama Yahudi.

Simak dan silahkan bandingkan kedua lagu tersebut di bawah ini:

Lagu ‘Ayo Kobarkan Semangat Jakarta’ Anies-Sandi yang ditayangkan oleh akun YouTube PKS TV.

Lagu “Hashem Meleh” yang ditayangkan oleh akun Gad Elbaz Official